Konsumsi Berlebih Ada Efek Samping - Kompas.com

Konsumsi Berlebih Ada Efek Samping

Kompas.com - 26/04/2011, 03:14 WIB

Jakarta, Kompas - Selain boros, konsumsi suplemen makanan berdosis tinggi dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh. Suplemen makanan tidak diperlukan jika asupan makanan berimbang.

”Penggunaan suplemen, seperti vitamin dan antioksidan, adalah gaya hidup, bukan sesuatu yang esensial,” kata Guru Besar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rianto Setiabudy dalam Lokakarya Sudah Tepatkah Obat Anda, Senin (25/4/2011) di Jakarta.

Selain aneka jenis vitamin, suplemen makanan berupa mineral, serat, asam lemak, dan asam amino dikemas mirip obat. Padahal, bukan obat.

Salah satu suplemen yang sering dikonsumsi berlebih adalah vitamin C. Kebutuhan tubuh per hari hanya 90 miligram (mg) yang dapat dicukupi dari sayuran dan buah sehari-hari.

Banyak produsen menawarkan vitamin C dengan dosis 500 mg dan 1.000 mg. Padahal, kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare, batu ginjal, dan nyeri lambung. ”Tak ada bukti yang mantap bahwa vitamin C dapat mencegah influenza, penyakit jantung, kanker, atau katarak,” kata Rianto.

Suplemen lain yang dikonsumsi berlebih adalah antioksidan, seperti vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan selenium. Antioksidan diklaim mampu mencegah kanker, stroke, penyakit jantung, dan menghambat penuaan. Padahal, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menyokong kebenaran klaim itu.

Konsumsi berlebih vitamin E, di atas 800 mg per hari dapat menghambat agregasi trombosit hingga mudah berdarah.

Para dokter disarankan tidak memberikan suplemen makanan kepada pasien, cukup memberikan obat esensial yang dibutuhkan oleh penderita.

Selain suplemen, jenis obat yang paling banyak diberikan dokter baik disengaja atau desakan pasien adalah antibiotika. Penggunaan antibiotika sembarang justru memicu resistensi kuman. ”Kalau hanya flu, batuk, demam, dan diare tidak perlu diberikan antibiotika,” kata Hidayati Mas'ud dari Subdirektorat Bina Penggunaan Obat Rasional, Kementerian Kesehatan.

Pendiri Yayasan Orangtua Peduli Purnamawati S Pujiarto mengajak masyarakat menjadi konsumen kesehatan yang cerdas. Pasien berhak menolak jika dokter memberikan antibiotika yang tidak diperlukan. Antibiotika berlebihan membuat kuman menjadi resisten. (MZW)

EditorTI Produksi

Terkini Lainnya

Kunjungi Bridestory Market untuk Rencanakan Pernikahan Terbaik

Kunjungi Bridestory Market untuk Rencanakan Pernikahan Terbaik

Feel Good
Kulit Ekstra Kering Butuh Pelembab Khusus

Kulit Ekstra Kering Butuh Pelembab Khusus

Look Good
Jumlah Sperma Pria Modern Makin Sedikit

Jumlah Sperma Pria Modern Makin Sedikit

Feel Good
Hair Expo, Ajang Berkumpulnya Pelaku Industri Tata Rambut

Hair Expo, Ajang Berkumpulnya Pelaku Industri Tata Rambut

Look Good
Menghadapi Kenyataan Orangtua Selingkuh

Menghadapi Kenyataan Orangtua Selingkuh

Feel Good
Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Eat Good
Dua Essential Oils Paling Populer

Dua Essential Oils Paling Populer

Feel Good
Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils

Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils

Feel Good
10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

Look Good
Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Feel Good
Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Look Good
Meriahnya Pesta Sekampung Ala Yogrt

Meriahnya Pesta Sekampung Ala Yogrt

Feel Good
Keringat Tak Perlu Ditakuti, Ketahui 3 Fakta yang Belum Anda Tahu

Keringat Tak Perlu Ditakuti, Ketahui 3 Fakta yang Belum Anda Tahu

Feel Good
Berjiwa Muda, Kunci Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seks

Berjiwa Muda, Kunci Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seks

Feel Good
Tips Sukses Kembangkan Bisnis Lewat Instagram

Tips Sukses Kembangkan Bisnis Lewat Instagram

Feel Good
Close Ads X