Untung Rugi Sekantor dengan Pasangan - Kompas.com

Untung Rugi Sekantor dengan Pasangan

Kompas.com - 17/08/2009, 15:33 WIB

KOMPAS.com - Peraturan soal pasangan suami istri di satu perusahaan memang tidak diatur secara khusus dalam Undang-Undang no. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal tersebut hanya sedikit disinggung pada Bab XII Pasal 153, yang bunyinya

"Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan: (salah satunya) pekerja atau buruh mempunyai pertalian darah atau ikatan perkawinan dengan pekerja atau buruh lainnya di dalam satu perusahaan."

Meski begitu, perusahaan memiliki kebijakan internal sendiri soal pernikahan antarkaryawan. Kebijakan internal tersebut biasanya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerjasama.

Dengan demikian, tak heran bila kita menemui ada perusahaan yang membolehkan pasangan suami istri bekerja sekantor, ada pula yang melarang. Atau membolehkan tapi dengan catatan pasangan tersebut tidak dalam satu unit atau divisi.

Menurut Tuti Indrawati, konsultan karier dari Iradat Konsultan, perusahaan sebaiknya sejak awal sudah menyosialisasikan kebijakan internal soal pernikahan antarkaryawan.

Untung Rugi

Bekerja sekantor dengan suami mungkin memiliki keuntungan secara ekonomi. Pasangan dapat berangkat ke kantor dan pulang bersama-sama. Selain itu, komunikasi antara pasangan jadi lebih lancar karena, mereka saling tahu kondisi tempat mereka bekerja. Hal ini juga menciptakan kesamaan sudut pandang dalam menyikapi pekerjaan. Pasangan juga memiliki sumber terpercaya untuk mendiskusikan berbagai masalah dan tantangan.

Dengan bekerja sekantor, pasangan suami istri dapat saling mendukung dan saling menjaga rahasia perusahaan. Kolaborasi pasangan suami istri juga bisa melahirkan cara-cara bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Namun, bekerja satu perusahaan juga mempunyai sisi negatif. Masalah pribadi mungkin akan terbawa ke kantor. Selain menimbulkan suasana tidak harmonis, kinerja pasangan berdua juga menjadi tidak prima. Bukan mustahil juga pertengkaran kecil yang terjadi di kantor akan menjadi pertikaian besar di rumah.

Bersikap Profesional

Untuk menghindari masalah-masalah di atas, Tuti menyebut satu hal yang wajib dimiliki saat suami istri bekerja dalam satu perusahaan, yaitu sikap profesional. Masing-masing harus saling memacu diri dan mendukung agar bekerja lebih baik. hundarkan situasi saling membanding kinerja dan lingkungan kerja. Selain itu, mereka tidak boleh mencampuradukkan masalah pribadi dan masalah kantor.

Pasangan juga harus memberikan kesempatan satu sama lain untuk mengembangkan diri, baik soal pengembangan karier maupun kehidupan sosial kantor. Sikap saling mengingatkan juga diperlukan. Pasangan suami istri hendaknya memanfaatkan kedekatan lokasi kerja untuk saling mengingatkan agar bisa bekerja dan bersikap secara profesional serta hindari kesalahan yang bisa menjatuhkan nama baik mereka.

"Jangan mudah mengumbar emosi di depan rekan-rekan kerja. Hargai privasi yang dimiliki oleh pasangan. Jaga profesionalisme Anda di kantor dengan beranggapan seolah-olah Anda dan suami tidak punya hubungan pribadi. Meski sulit dilakukan, namun Anda harus ingat bahwa sikap ini menentukan keberhasilan Anda berdua," pesan Tuti.

Untuk meminimalisir risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan, Tuti menyarankan agar suami dan istri tidak bekerja dalam satu unit atau divisi. Hal ini berkaitan dengan peraturan mutasi, promosi, atau pun pengembangan karier lainnya yang mungkin. Ditambah lagi, faktor kultur di Indonesia yang masih mengharuskan suami berkarier lebih baik dari istri. Padahal, seringkali kenyatannya karier dan kompetensi istri lebih baik dari suami. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik pada pasangan yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Bila ternyata hubungan pribadi atau hubungan kerja pasangan suami istri sudah tidak nyaman lagi, sebaiknya salah satu dari mereka memutuskan untuk pindah kerja. Hal ini dilakukan untuk menghindari kondisi kerja ataupun kondisi rumah tangga menjadi buruk.

Emy Agustia

Editor
Terkini Lainnya
Melihat Foto dan Video Korban Bom yang Viral Pengaruhi Psikologi
Melihat Foto dan Video Korban Bom yang Viral Pengaruhi Psikologi
Feel Good
Minuman Manis Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa
Minuman Manis Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa
Eat Good
Perhatikan Kandungan Nutrisi dalam Camilan Anak
Perhatikan Kandungan Nutrisi dalam Camilan Anak
Eat Good
4 Tahap Latihan Olahraga di Bulan Ramadhan
4 Tahap Latihan Olahraga di Bulan Ramadhan
Feel Good
Tunda Penuaan dari Dalam Tubuh dengan Berpuasa
Tunda Penuaan dari Dalam Tubuh dengan Berpuasa
Eat Good
Tak Perlu Dihindari, Rasa Sedih Juga Bermanfaat
Tak Perlu Dihindari, Rasa Sedih Juga Bermanfaat
Feel Good
Tiga Kesalahan Olahraga Saat Bulan Puasa
Tiga Kesalahan Olahraga Saat Bulan Puasa
Feel Good
Memasak Makanan Sendiri Bikin Hidup Lebih Bahagia, Mau Bukti?
Memasak Makanan Sendiri Bikin Hidup Lebih Bahagia, Mau Bukti?
BrandzView
Mengapa James Bond Minta Martini-nya Dikocok?
Mengapa James Bond Minta Martini-nya Dikocok?
Eat Good
Mengenang Gaya Ikonik Roger Moore di Film James Bond
Mengenang Gaya Ikonik Roger Moore di Film James Bond
Look Good
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Bulan Puasa
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Bulan Puasa
Feel Good
3 Posisi Bercinta yang Membuat Dia Terpuaskan
3 Posisi Bercinta yang Membuat Dia Terpuaskan
Feel Good
Pamer Kemesraan di Media Sosial, Apa Batasannya?
Pamer Kemesraan di Media Sosial, Apa Batasannya?
Feel Good
Berteman Tetap Bisa Seru tanpa Harus Bergosip
Berteman Tetap Bisa Seru tanpa Harus Bergosip
Feel Good
Ini Tips Merawat Sepeda Kesayangan Supaya Awet
Ini Tips Merawat Sepeda Kesayangan Supaya Awet
Feel Good
Close Ads X