Cukai Rokok Harus Dikembalikan pada Masyarakat - Kompas.com

Cukai Rokok Harus Dikembalikan pada Masyarakat

Kompas.com - 17/02/2010, 17:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil pungutan kenaikan cukai tembakau sebesar 15 persen yang baru diterapkan pemerintah seharusnya dikembalikan untuk membiayai pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan dan olahraga. Yang membayar cukai rokok adalah pembeli rokok, sehingga sudah semestinya dikembalikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Farid A.Moeloek, Ketua Komnas Pengendalian Tembakau dalam diskusi Peningkatan Cukai Rokok: Antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan yang diadakan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rabu (17/2) di Jakarta.

Agar optimal bagi kesehatan, Farid mengatakan agar seluruh kompensasi cukai rokok digunakan untuk pembiayaan kesehatan. "Logikanya harus ada kompensasi bagi kesehatan mengingat begitu banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan rokok, termasuk biaya pengobatan sakit akibat tembakau, cacat dan kematian," paparnya.

Selain untuk mensubsidi pasien miskin, pendapatan dari cukai rokok juga bisa dipakai untuk membiayai pendidikan dokter. "Ada dua pilar utama bagi sebuah negara yang makmur, yakni pendidikan dan kesehatan," tambah Farid.

Farid mengemukakan, pada tahun 2001 total biaya konsumsi tembakau mencapai Rp 127 triliun, termasuk di dalamnya dalah pembelian rokok, biaya pengobatan sakit akibat rokok dan kematian. Jumlah tersebut 7,5 kali lipat lebih besar dari penerimaan dari cukai tembakau untuk tahun yang sama, yakni Rp 16,7 triliun. Menurut data Direktoran Bea dan Cukai, penerimaan cukai hasil tembakau tahun 2009 mencapai Rp 55,3 triliun.

"Karena itu, cukai rokok harus dinaikkan. Pabrik rokok tidak perlu takut akan rugi karena yang membayar cukai adalah pembeli rokok, sehingga sudah saatnya dana cukai dikembalikan kepada masyarakat," katanya.

Alokasi anggaran cukai untuk kesehatan, tambah Farid, merupakan sebuah terobosan yang bisa dilakukan pemerintah untuk menaikkan derajat kesehatan rakyatnya.

Editoracandra
Terkini Lainnya
Tak Perlu Dihindari, Rasa Sedih Juga Bermanfaat
Tak Perlu Dihindari, Rasa Sedih Juga Bermanfaat
Feel Good
Tiga Kesalahan Olahraga Saat Bulan Puasa
Tiga Kesalahan Olahraga Saat Bulan Puasa
Feel Good
Memasak Makanan Sendiri Bikin Hidup Lebih Bahagia, Mau Bukti?
Memasak Makanan Sendiri Bikin Hidup Lebih Bahagia, Mau Bukti?
BrandzView
Mengapa James Bond Minta Martini-nya Dikocok?
Mengapa James Bond Minta Martini-nya Dikocok?
Eat Good
Mengenang Gaya Ikonik Roger Moore di Film James Bond
Mengenang Gaya Ikonik Roger Moore di Film James Bond
Look Good
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Bulan Puasa
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Bulan Puasa
Feel Good
3 Posisi Bercinta yang Membuat Dia Terpuaskan
3 Posisi Bercinta yang Membuat Dia Terpuaskan
Feel Good
Pamer Kemesraan di Media Sosial, Apa Batasannya?
Pamer Kemesraan di Media Sosial, Apa Batasannya?
Feel Good
Berteman Tetap Bisa Seru tanpa Harus Bergosip
Berteman Tetap Bisa Seru tanpa Harus Bergosip
Feel Good
Ini Tips Merawat Sepeda Kesayangan Supaya Awet
Ini Tips Merawat Sepeda Kesayangan Supaya Awet
Feel Good
Menikmati Makanan Ini Sekaligus Menjaga Kesehatan Kulit
Menikmati Makanan Ini Sekaligus Menjaga Kesehatan Kulit
Eat Good
Panduan Memilih Sepeda Gunung
Panduan Memilih Sepeda Gunung
Feel Good
Goresan pada Kacamata Hitam? Tuntaskan dengan Campuran Ini
Goresan pada Kacamata Hitam? Tuntaskan dengan Campuran Ini
Look Good
Cara Efektif Atasi “Baby Blues”
Cara Efektif Atasi “Baby Blues”
Feel Good
Pengaruh Ibu Kurang Gizi pada Kesehatan Janin
Pengaruh Ibu Kurang Gizi pada Kesehatan Janin
Feel Good
Close Ads X