Menyusui, Kontrasepsi Alami - Kompas.com

Menyusui, Kontrasepsi Alami

Kompas.com - 18/08/2010, 14:06 WIB

KOMPAS.com - Pemberian ASI eksklusif tak hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi. Bagi ibu, menyusui secara eksklusif bisa mencegah kehamilan atau sebagai alat kontrasepsi alami.

Pada saat menyusui bayi, tubuh ibu tak mampu menghasilkan sel telur yang matang. Jadi meskipun sel sperma berhasil masuk, sel telur yang ada tidak siap untuk dibuahi. Alhasil, kehamilan pun tidak terjadi.

Boleh dibilang, menyusui dengan ASI eksklusif merupakan salah satu metode ber-KB alami. Dalam bahasa medis disebut MAL (metode amenorea laktasi). Menurut dr.Asti Praborini, Sp.A, MAL adalah kontrasepsi yang mengandallkan pemberian ASI pada masa menyusui bayi. "Cara kerja MAL serupa dengan metode kontrasepsi hormonal, yaitu menunda atau menekan ovulasi atau pelepasan sel telur," katanya.

Memang efek kontrasepsi dari menyusui ini berbeda-beda masanya. Ada yang kembali haid setelah satu bulan berhenti menyusui. Ada juga wanita yang harus menunggu berbulan-bulan lamanya sampai akhirnya haid datang lagi. Namun begitu, pada beberapa kasus ada ibu menyusui yang "kecolongan". Jadi haid yang tak kunjung muncul itu bisa saja karena ibu telah hamil lagi.

Menurut dr.Asti, jika seorang ibu ingin menggunakan MAL, ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi agar berjalan efektif. Kriteria itu antara lain, memberikan ASI secara eksklusif, ibu belum mendapatkan menstruasi, dan bayi belum berusia enam bulan.

Jika salah satu dari kriteria ini tidak dipenuhi, maka penggunaan kontrasepsi dengan cara MAL akan gagal. "Oleh karena wanita biasanya mengalami ovulasi sebelum mendapatkan menstruasi, maka terdapat risiko ibu dapat hamil sebelum menstruasi kembali," katanya.

Pada beberapa kasus, kehamilan dapat tetap terjadi meski ibu memberi ASI eksklusif, yang artinya MAL tidak efektif 100 persen. Tetapi memang seorang ibu yang memberikan ASI eksklusif akan menjadi lebih tidak subur selama 6 bulan pertama setelah melahirkan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLusia Kus Anna

    Terkini Lainnya

    Starbucks dan Cerita Mereka yang Berkunjung ke Indonesia

    Starbucks dan Cerita Mereka yang Berkunjung ke Indonesia

    Eat Good
    Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal?

    Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal?

    Feel Good
    Pertanyaan Seks Paling Sering Ditanyakan di Internet

    Pertanyaan Seks Paling Sering Ditanyakan di Internet

    Feel Good
    Sisi Positif dan Negatif Anak Bermain Ponsel

    Sisi Positif dan Negatif Anak Bermain Ponsel

    Feel Good
    Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoax

    Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoax

    Feel Good
    Koleksi Sneakers Mahal di 'Sneaker Week' Mal Gandaria City

    Koleksi Sneakers Mahal di "Sneaker Week" Mal Gandaria City

    Look Good
    Pembukaan Kembali Gerai Vans di Jakarta Disambut Antusias

    Pembukaan Kembali Gerai Vans di Jakarta Disambut Antusias

    Look Good
    Mengapa Perut Selalu Lapar?

    Mengapa Perut Selalu Lapar?

    Eat Good
    Sugesti Hidup Aktif terhadap Kesehatan

    Sugesti Hidup Aktif terhadap Kesehatan

    Feel Good
    Dari Raut Wajah Bisa Terungkap Besarnya Libido

    Dari Raut Wajah Bisa Terungkap Besarnya Libido

    Look Good
    Sering Stres, Coba Matikan Notifikasi Ponsel

    Sering Stres, Coba Matikan Notifikasi Ponsel

    Feel Good
    Sneaker Week Hadirkan Koleksi Vans x Thrasher

    Sneaker Week Hadirkan Koleksi Vans x Thrasher

    Look Good
    8 Bagian Tubuh Paling Sakit Saat Ditato

    8 Bagian Tubuh Paling Sakit Saat Ditato

    Look Good
    Di Sneaker Week Ada Lelang Loh

    Di Sneaker Week Ada Lelang Loh

    Look Good
    Kuman dalam Handuk yang Kotor

    Kuman dalam Handuk yang Kotor

    Feel Good
    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM