Ketika Perjanjian Dimulai Sebelum Menikah - Kompas.com

Ketika Perjanjian Dimulai Sebelum Menikah

Kompas.com - 20/10/2010, 10:16 WIB

KOMPAS.com - Pertautan dua hati untuk selamanya tak hanya diikrarkan di depan Yang Mahakuasa saat akad atau pemberkatan nikah. Fenomena baru muncul, perjanjian antara dua orang yang akan hidup bersatu dimulai sebelum pernikahan berlangsung, yang biasa dikenal dengan perjanjian pra-nikah.

Di Indonesia, isu ini boleh dibilang masih sangat sensitif. Pihak yang mengajukan kerap dianggap menebar bibit keaguan terhadap pasangannya. Dianggap terlalu skeptis, pesimis, dan perhitungan soal kekayaan.

Pandangan itu memang sulit ditepis, terutama karena perjanjian pra-nikah biasanya dibuat untuk kepentingan perlindungan hukum terhadap harta bawaan masing-masing pihak. Hal ini kian banyak dilakukan, mengingat tak bisa dipungkiri angka perceraian kian naik dan tak sedikit di antaranya yang direpotkan oleh masalah pembagian harta bersama.

Hal ini pun sebaiknya disikapi dingin. Jika tak ingin hubungan yang dibina berakhir bencana, membicarakan hal ini dengan pasangan jauh-jauh hari sebelum pernikahan sangatlah penting. Komunikasikan secara terbuka dan diskusikan pandangan masing-masing demi mendapatkan perjanjian yang disetujui dan dilakukan dengan rela oleh kedua belah pihak.

Di dalamnya biasanya memuat pemisahan harta kekayaan antara suami dan istri. Perjanjian ini pun ada dua jenis, ada yang pemisahan harta murni, berarti kedua pihak sepakat untuk memisahkan segala macam harta, utang, dan penghasilan yang diperoleh, baik sebelum maupun sesudah menikah. Ada pula yang hanya memisahkan harta, utang, dan penghasilan yang dimiliki masing-masing pihak sebelum menikah. Sementara harta, utang dan penghasilan yang didapat setelah menikah menjadi milik bersama.

Di dalamnya pun dapat termuat pengaturan biaya hidup dan pendidikan anak, demi kesejahteraan anak.

Yang tidak boleh lupa, perjanjian ini harus dibuat sebelum menikah dan disahkan oleh notaris, serta dicatatkan pada lembaga pencatatan perkawinan.

Perjanjian pra-nikah ini pun tidak bersifat baku. Setiap pasangan bisa saja memperbaharui, misalnya setelah 10 tahun pernikahan, dengan dilandasi pertimbangan matang dan mencari solusi yang lebih baik untuk kepentingan berdua.

(ADT/Kompas Klasika)

EditorNadia Felicia

Terkini Lainnya

Hal Kecil yang Membantu Personal Branding

Hal Kecil yang Membantu Personal Branding

Feel Good
Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung?

Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung?

Feel Good
Poligami Bisa Bikin Pria Sakit Jantung

Poligami Bisa Bikin Pria Sakit Jantung

Feel Good
Cantik Tak Lagi Milik Mereka yang Berkulit Putih dan Muda

Cantik Tak Lagi Milik Mereka yang Berkulit Putih dan Muda

Look Good
Jerawat Membandel yang Meruntuhkan Kepercayaan Diri

Jerawat Membandel yang Meruntuhkan Kepercayaan Diri

Feel Good
Kapan Waktu Olahraga Terbaik Agar Berat Badan Cepat Turun?

Kapan Waktu Olahraga Terbaik Agar Berat Badan Cepat Turun?

Feel Good
Pernikahan yang Buruk Mengancam Kesehatan?

Pernikahan yang Buruk Mengancam Kesehatan?

Feel Good
Ambisi Menjadikan Jakarta sebagai Kota Marathon Dunia

Ambisi Menjadikan Jakarta sebagai Kota Marathon Dunia

Feel Good
Menurut Riset Terbaru, Inilah 5 Olahraga Terbaik

Menurut Riset Terbaru, Inilah 5 Olahraga Terbaik

Feel Good
Mungkinkah Tren 'Selfie' Berakhir?

Mungkinkah Tren "Selfie" Berakhir?

Look Good
Kendalikan Keinginan Makan Saat Stres

Kendalikan Keinginan Makan Saat Stres

Eat Good
5 Kebiasaan yang Menjadikan Tubuh Awet Muda

5 Kebiasaan yang Menjadikan Tubuh Awet Muda

Look Good
Kesuksesan Dian Pelangi di Paris Fashion Week

Kesuksesan Dian Pelangi di Paris Fashion Week

Look Good
Pilot di Seluruh Dunia Punya Bahasa Rahasia

Pilot di Seluruh Dunia Punya Bahasa Rahasia

Feel Good
Suka Minuman Berenergi? Ketahui Juga Bahayanya

Suka Minuman Berenergi? Ketahui Juga Bahayanya

Eat Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM