Mata Bionik, Harapan bagi Tunanetra - Kompas.com

Mata Bionik, Harapan bagi Tunanetra

Kompas.com - 08/04/2011, 11:26 WIB

KOMPAS.com Meski masih dalam tahap awal dan baru bisa menampilkan bayangan-bayangan, mata bionik membuat para tunanetra memiliki harapan untuk dapat melihat.

Sistem mata bionik ini terdiri dari kacamata dengan kamera video kecil yang menangkap gambar dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut diteruskan ke elektroda yang ditanamkan di mata pasien dengan cara pembedahan. Sinyal tersebut dikirim ke saraf optik dan otak. Pasien akan melihat kilatan cahaya dan bentuk buram.

"Tingkat penglihatannya masih kasar, tetapi ini masih dalam awal perkembangan," kata Gislin Dagnelie, ahli mata yang menangani pasien-pasien tunanetra di Johns Hopkins University, Baltimore. 

"Kami masih harus mempelajari cara berkomunikasi dengan retina. Intinya begitu," tambahnya. Dalam waktu 10-15 tahun lagi, menurut Dagnelie, mudah-mudahan sudah ada alat yang benar-benar mengembalikan penglihatan.

Saat ini, alat yang versi barunya bernama Argus II sudah digunakan di Amerika Serikat dan Eropa. Harganya sekitar 100.000 dollar AS.

Elias K (72) adalah salah satu pasien yang sudah menggunakan Argus II. Elias didiagnosis menderita retinitis pigmentosa yang tidak dapat disembuhkan. Mulai usia 43 tahun, penglihatannya menghilang secara bertahap. Penglihatannya hilang total 5 tahun lalu.

Tahun 2009, Elias diajak dokternya untuk bergabung dalam percobaan teknologi untuk perbaikan mata. Elias antusias untuk ambil bagian. Sekarang, setiap pagi ia mengenakan kacamata, memasang alat nirkabel di pinggangnya, dan berdiri menghadap jendela. Ia menunggu suara mobil mendekat dan ketika mobil itu melintas, ia melihat satu blok cahaya. Elias juga dapat membedakan obyek berwarna cerah yang ditempatkan pada latar belakang gelap. Elias juga dapat berkeliling ruangan dan mengetahui posisi jendela dan pintu.

"Tanpanya aku tidak bisa melihat apa-apa. Namun ketika kugunakan, ada harapan baru," kata Elias yang saat ini berlatih di laboratorium bersama Dagnelie seminggu sekal. Setiap sesi pelatihan, Elias diminta melacak obyek yang tampil di layar komputer. Mereka juga keliling kompleks rumah sakit, belajar menentukan posisi obyek. (Alex Pangestu/Discovery News)

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Look Good
Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Feel Good
Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Look Good
Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Look Good
5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

Feel Good
Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Look Good
Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Feel Good
'Despacito' dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

"Despacito" dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

Feel Good
Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Feel Good
Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Feel Good
Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Feel Good
Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Feel Good
Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Feel Good
Close Ads X