Suka Ngegosip Beberkan Keburukan Kita Sendiri - Kompas.com

Suka Ngegosip Beberkan Keburukan Kita Sendiri

Kompas.com - 24/05/2011, 08:37 WIB

KOMPAS.com — Mulai sekarang, berpikirlah dua kali jika ingin membicarakan orang lain karena setiap kata yang keluar dari mulut kita bisa memperlihatkan sifat dan kepribadian asli kita. Bahkan, yang kita tidak sadari, menjadi petunjuk apakah kita orang yang baik atau jahat.

Studi terbaru menyimpulkan, cara kita memandang orang lain akan bercerita banyak tentang diri kita, termasuk karakteristik yang baik dan buruk. “Persepsi kita terhadap orang lain akan mengungkap kepribadian kita,” ujar Dustin Wood, PhD, asisten profesor psikologi di Wake Forest University.

Melihat orang lain dengan positif akan memperlihatkan sifat positif kita. Sebaliknya, kata-kata negatif yang kita lontarkan tentang orang lain dikaitkan pada sifat narsisisme, perilaku antisosial, atau bahkan neuroticism atau orang berkarakter labil, ujar tim peneliti.

Dalam studi ini, semua sukarelawan adalah mahasiswa yang diminta untuk menilai karakteristik positif dan negatif dari mahasiswa lain yang mereka kenal. Para peneliti menemukan fakta, sukarelawan yang memiliki kecenderungan menggambarkan orang lain secara positif akan menjadi indikator untuk menunjukkan sifat-sifat positif yang para sukarelawan miliki.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology ini juga menemukan, seberapa positif kita melihat seseorang akan menunjukkan seberapa besar pula tingkat kepuasan kita dalam menjalani hidup dan seberapa banyak kita dicintai oleh orang lain.

Sebaliknya, persepsi negatif kepada orang lain dikaitkan dengan tingginya tingkat narsisisme dan sifat antisosial. “Kecenderungan untuk melihat orang lain secara negatif mengindikasikan kita mengalami tekanan atau masalah dengan kepribadian,” ujar Wood.

Karena pandangan-pandangan negatif akan menuntun kita untuk mengalami beberapa masalah dalam kepribadian, maka temuan ini ingin mengajak kita semua untuk bisa melihat orang lain dari sisi yang lebih positif. Ujung-ujungnya, kita akan mampu meredam segala sifat-sifat "jahat" yang kita miliki.

Banyak pola perilaku yang biasa diteliti oleh para psikolog ditentukan oleh bagaimana individu memandang orang lain dalam lingkungan mereka. Yang nantinya akan berubah bentuk menjadi pilihan perilaku yang kita inginkan, adaptasi, dan yang dianggap pantas.

Peneliti mengatakan, temuan mereka ini menunjukkan bahwa apa yang kita lihat pada orang lain tidak lebih dari sebuah cerminan terhadap gambaran diri kita sendiri, hanya medianya melalui diri orang lain.

Jadi, masih ingin membicarakan hal yang buruk-buruk tentang orang lain? Saatnya kita berpikir ulang demi kebaikan kita sendiri.

(Prevention Indonesia Online/Astrid Anastasia)


EditorDini
Close Ads X