Kenali Gejala Kanker Prostat Sejak Dini - Kompas.com

Kenali Gejala Kanker Prostat Sejak Dini

Kompas.com - 10/07/2011, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanker prostat saat ini menjadi salah satu penyakit dengan tingkat keganasan yang tinggi. Kanker prostat menjadi penyebab utama kematian akibat kanker bagi pria di atas usia 74 tahun. Untuk itu, perlu dikenali dan diantisipasi penyakit ini sejak dini.

Menurut Ketua Perhimpunan Urolog-Onkolog Indonesia (ISUO) Prof. dr. Rainy Umbas, Sp.U, mengenali penyakit gangguan prostat sejak dini dapat memperbesar peluang menyembuhkan penyakit yang mematikan, khususnya bagi orang lanjut usia ini. Yang ia sesalkan, masih ditemui adanya pasien yang terlambat melakukan pengobatan kanker prostat, sehingga sulit disembuhkan.

Di Indonesia, jika sejak stadium awal sudah ditangani, angka harapan hidup bisa mencapai 70 persen. Sementara, di Barat, lebih baik yaitu 90 persen. Kalau sudah capai stadium lanjutan , pada banyak kasus, angka harapan hidupnya hanya 50 persen. Dalam 5 tahun, pasien akan meninggal, ujarnya dalam Media Edukasi bertajuk Kenali dan Waspadai Kanker Prostat yang diadakan Sanofi Group dan ISUO, Sabtu kemarin.

Adapun gejala penyakit gangguan dan kanker prostat antara lain penderita sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, dalam sehari bisa buang air kecil hingga 8 kali dan pancaran air seni lemah atau tak tuntas. Gejala lanjutannya, muncul darah pada air seni atau sperma, disfungsi ereksi, dan keluhan sakit di tulang belakang.

Penanganan penyakit kanker prostat, menurut dr. Aru Wisaksono, SpPD, onkolog dari Universitas Indonesia, dewasa ini menggunakan pendekatan multidisipliner atau komprehensif. Untuk itu, penanganan kanker prostat kini juga melibatkan ilmu onkologi. "Berbeda dengan dahulu, saat ini sudah ada obat-obatannya, misal kemoterapi. Tetapi, sangat penting untuk melakuka deteksi dini," ujarnya.

Pengobatan kemoterapi terutama dilakukan terhadap para penderita kanker prostat yang mengalami stadium lanjut, yaitu menyebar hingga ke jaringan syaraf tulang belakang. Dalam kondisi ini, penderita biasanya mengalami nyeri luar biasa pada bagian tulang belakang dan pinggul. Pengobatan kemoterapi berfungsi untuk mengurangi nyeri, sehingga setidaknya meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

EditorPepih Nugraha

Terkini Lainnya

Kenapa Cuaca Panas Bikin Orang Mudah Emosi?

Kenapa Cuaca Panas Bikin Orang Mudah Emosi?

Feel Good
Apakah Makan Salak Menyebabkan Susah Buang Air Besar?

Apakah Makan Salak Menyebabkan Susah Buang Air Besar?

Eat Good
Kiat Lancar Berbahasa Inggris saat Wawancara Kerja

Kiat Lancar Berbahasa Inggris saat Wawancara Kerja

Feel Good
7 Mitos Tentang Minuman Beralkohol

7 Mitos Tentang Minuman Beralkohol

Eat Good
Gaya Pacaran ala Generasi Milenial

Gaya Pacaran ala Generasi Milenial

Feel Good
Jangan Oleskan Pasta Gigi pada Luka Bakar

Jangan Oleskan Pasta Gigi pada Luka Bakar

Feel Good
4 Trik Agar Tak Mudah Pingsan Saat Upacara

4 Trik Agar Tak Mudah Pingsan Saat Upacara

Feel Good
Jangan 'Baper' ketika Nonton Drama Korea

Jangan "Baper" ketika Nonton Drama Korea

Feel Good
6 Cara Alami Meredakan Panas Dalam

6 Cara Alami Meredakan Panas Dalam

Feel Good
Tubuh Pria Penyuka Sayuran Lebih Wangi

Tubuh Pria Penyuka Sayuran Lebih Wangi

Eat Good
Mengapa Mudah Iri dengan Orang Lain?

Mengapa Mudah Iri dengan Orang Lain?

Feel Good
Ini Alasan Kenapa Kursi Pesawat Berwarna Biru

Ini Alasan Kenapa Kursi Pesawat Berwarna Biru

Feel Good
Banggalah dengan Warna Kulit yang Dimiliki

Banggalah dengan Warna Kulit yang Dimiliki

Feel Good
Kenapa Pilot dan Co-Pilot Tidak Makan Makanan yang Sama?

Kenapa Pilot dan Co-Pilot Tidak Makan Makanan yang Sama?

Eat Good
Apa Efek Menggunakan Steroid untuk Membesarkan Otot?

Apa Efek Menggunakan Steroid untuk Membesarkan Otot?

Look Good
Close Ads X