Indonesia Peringkat 5 Dunia untuk Jumlah Anak Pendek - Kompas.com

Indonesia Peringkat 5 Dunia untuk Jumlah Anak Pendek

Kompas.com - 12/01/2012, 06:57 WIB

Jakarta, Kompas - Sebanyak 35,6 persen anak Indonesia berumur kurang dari lima tahun bertinggi badan lebih rendah dari semestinya. Makin dewasa, kurang tinggi makin besar.

”Indonesia peringkat ke-5 dunia dengan jumlah anak pendek terbanyak,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Abdul Razak Thaha dalam diskusi ”Gerakan Nasional Sadar Gizi Menuju Manusia Indonesia Prima”, Rabu (11/1), di Jakarta.

Posisi Indonesia hanya lebih baik dibandingkan India, China,  Nigeria, dan Pakistan.

Tinggi standar anak usia 5 tahun adalah 110 sentimeter. Namun, tinggi rata-rata anak Indonesia umur 5 tahun pada tahun 2010 kurang 6,7 sentimeter untuk anak laki-laki dan kurang 7,3 sentimeter untuk anak perempuan. Pada usia 19 tahun, beda tinggi kurang 13,6 sentimeter untuk anak laki-laki dan 10,4 sentimeter untuk anak perempuan dari tinggi semestinya.

Anak-anak bertubuh pendek karena kurang gizi kronis sejak dalam kandungan. Kemiskinan dan kekurangtahuan orangtua membuat anak dan ibu hamil tak mendapat asupan gizi sesuai kebutuhan.

Kurang gizi pada ibu hamil membuat 11,1 persen bayi lahir dengan berat badan rendah, yaitu kurang dari 2.500 gram.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya ketidaktahuan tentang pemberian air susu ibu (ASI). Sebanyak 11,1 persen ibu baru memberikan ASI 48 jam sesudah kelahiran. Ini membuat kolostrum yang mengandung zat kekebalan yang bermanfaat bagi bayi terbuang. Bayi yang diberi ASI eksklusif hingga usia 5 bulan hanya 15,3 persen.

Menurut Razak, kekurangtahuan ini dipicu rendahnya tingkat pendidikan perempuan. Pernikahan muda masih tinggi sehingga saat hamil mereka banyak yang belum siap menjadi ibu.

Dampak kurang gizi bukan hanya pada tubuh pendek, tetapi otak yang kurang berkembang. Sebanyak 80 persen sel otak berkembang hingga usia 2 tahun dan 95 persen pada usia 6 tahun.

”Makan saja salah kok minta (negara) maju,” kata Ketua Kaukus Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Subagyo Partodiharjo.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Nina Sardjunani, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan rencana intervensi untuk mengatasi masalah tubuh pendek pada anak-anak. Penanganan tersebut berupa perubahan perilaku, pemberian zat gizi mikro, dan pemberian makanan pendamping bagi anak-anak.

”Investasi pada 1.000 hari pertama sejak anak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun penting bagi kecerdasan dan perkembangan anak,” kata Nina. (MZW)

 

EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Berapa Umur Ideal Anak Belajar Musik?

Berapa Umur Ideal Anak Belajar Musik?

Feel Good
Kepribadian Itu Unik, Buat Apa Berselisih?

Kepribadian Itu Unik, Buat Apa Berselisih?

Feel Good
Alasan di Balik Penutupan Starbucks UI

Alasan di Balik Penutupan Starbucks UI

Eat Good
Obati Stres Hingga Terapi Psikologis, Musik Membawa Banyak Manfaat

Obati Stres Hingga Terapi Psikologis, Musik Membawa Banyak Manfaat

Feel Good
Hai Wanita, Perhatikan Celana Dalam Kamu...

Hai Wanita, Perhatikan Celana Dalam Kamu...

Look Good
Kreativitas Buntu? Coba Atasi dengan Minum Teh

Kreativitas Buntu? Coba Atasi dengan Minum Teh

Eat Good
'Snug Piercings', Tren Tindik Telinga Tembus Tulang Rawan, Berani?

"Snug Piercings", Tren Tindik Telinga Tembus Tulang Rawan, Berani?

Look Good
Saat Michelle Obama Muncul dengan Bikini Putih di Pantai Miami...

Saat Michelle Obama Muncul dengan Bikini Putih di Pantai Miami...

Look Good
Cara Turunkan Berat Badan Secara Alami dalam Seminggu

Cara Turunkan Berat Badan Secara Alami dalam Seminggu

Eat Good
8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

Feel Good
Mengapa Pria Berbulu Digilai Wanita?

Mengapa Pria Berbulu Digilai Wanita?

Look Good
Mengapa Tampilan Wajah di Cermin dan Hasil Foto Berbeda?

Mengapa Tampilan Wajah di Cermin dan Hasil Foto Berbeda?

Look Good
3 Alasan Mengapa Sulit Jatuh Cinta

3 Alasan Mengapa Sulit Jatuh Cinta

Feel Good
Jangan Lupakan Keluarga Karena Facebook

Jangan Lupakan Keluarga Karena Facebook

Feel Good
Kebiasaan Makan Larut Malam Mengundang Penyakit

Kebiasaan Makan Larut Malam Mengundang Penyakit

Eat Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM