Kesehatan Gigi, yang Utama Pencegahan - Kompas.com

Kesehatan Gigi, yang Utama Pencegahan

Kompas.com - 01/03/2012, 15:06 WIB

KOMPAS.com - Membangun kesadaran dan perilaku sehat kini dinilai jauh lebih efisien untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat daripada fokus pada penanggulangan penyakit.

"Kita seharusnya kembali ke hulu, karena kalau hanya mengurusi hilir tidak akan ada habisnya. Seluruh penyebab penyakit gigi dan mulut pada dasarnya adalah pola hidup," kata drg. Zaura Rini Anggraeni, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di sela acara penandatangan MoU antara PDGI dengan Pepsodent di Jakarta (1/3).

Ia mencontohkan, penyakit gusi berdarah dan lubang pada gigi terutama disebabkan karena kuman yang berasal dari kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan gigi.

"Kalau kita hanya menambal dan mengobati terus tapi penyebabnya tidak dihentikan akan percuma. Biarpun dokter giginya banyak tapi perilaku masyarakatnya tidak diubah sama saja," ujarnya.

Pentingnya edukasi mengenai gaya hidup yang sehat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, menurut Rini jauh lebih murah dibandingkan jika masyarakat harus mengobati giginya ke dokter.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Indonesia, sekitar 70 persen penduduk memiliki lubang pada gigi.

"Jika rata-rata orang memiliki tiga lubang pada giginya, silakan hitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menambal atau mencabut. Tentu lebih murah jika kita bermodal pasta gigi dan sikat gigi saja," imbuhnya.

Dia juga mengingatkan kembali pentingnya kebiasaan menyikat gigi secara benar. "Sikatlah gigi dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Selain itu kurangi kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan lengket," jelasnya.

Upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan giginya, lanjut Rini, antara lain dilakukan melalui kemitraan dengan pihak swasta seperti dengan PT.Unilever melalui produk Pepsodent. Salah satunya adalah melalui program SD binaan. "Setiap cabang PDGI di daerah memiliki dua sekolah binaan. Siswa-siswa di sekolah itu akan diberikan edukasi dan juga perawatan gigi," katanya.

Program kerja sama tersebut telah menjangkau 57 cabang PDGI di seluruh Indonesia. "Di usia 6 tahun anak sudah mendapatkan gigi baru yakni gigi tetap yang masih utuh dan sempurna. Gigi yang sehat ini harus dipelihara dengan mengenalkan kebiasaan baik sedini mungkin," katanya.

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM