Trauma dengan Acara Pernikahan dan Kematian - Kompas.com

Trauma dengan Acara Pernikahan dan Kematian

Kompas.com - 29/03/2012, 07:29 WIB

TANYA :

Dok, pada bulan November 2011, ada 2 kejadian yang sangat penting yang merubah hidup saya. Pertama, pernikahan saya, dan saya merasakan bahagia yang luar biasa karena hal itu. Tetapi sehari setelah pernikahan saya, ayah saya meninggal dunia akibat diabetes. Saya syok sekali dok, saya jadi tidak bisa merasakan apa-apa, antara bahagia dan sedih. 

Semenjak itu, saya selalu trauma dengan acara pernikahan dan kematian. Selalu terbayang tentang kematian setiap hari, selalu teringat ayah saya, dan tidak pernah ingin mengingat tentang hari jadi pernikahan saya . Saya merasa psikis saya tidak baik, tidak bisa fokus dan selalu merasa takut dan menjadi seorang penakut. Mohon solusi dari dokter, bagaimana mengatasi rasa trauma dan takut itu? Terima kasih.

(Nova, 26, Jakarta)

JAWAB :

Nova yang baik,

Saya turut berempati dengan apa yang Nova alami. Tentu sulit menerima kenyataan di saat baru saja menikah lalu kemudian mengalami kemalangan ditinggal ayah tercinta. Saya pun jika mengalami hal tersebut pasti bisa terguncang. Trauma yang Nova alami tentu bisa juga terjadi pada siapa saja, namun sekarang yang penting apakah Nova mau melepaskan trauma itu dan melanjutkan hidup Nova seperti biasa.

Kehidupan manusia tidak ada yang abadi, semua manusia akan meninggal dan itu kita pahami sebagai takdir. Ikhlas dalam menerima kenyataan kehilangan orang yang dicintai juga bisa membuat kita lebih menyadari bahwa kehilangan adalah sesuatu yang wajar dan bisa terjadi pada siapa saja.

Saat ini yang penting adalah bagaimana meninggalkan trauma itu dan kemudian fokus ke depan merajut masa depan yang lebih baik. Nova sudah mempunyai keluarga baru dan suami yang sudah pasti mencintai dan dicintai Nova. Saat ini fokus kepada keluarga yang perlu diberikan porsi perhatian lebih. Rasa kangen dan rindu kepada ayah tidak salah, tetapi sadari bahwa kita tidak bisa hidup terus di masa lalu. Kita harus maju dan melangkah walaupun kadang rasanya berat.

Jika Nova mau sedikit demi sedikit meninggalkan beban trauma yang dialami saat ini maka niscaya kehidupan Nova akan membaik. Semoga membantu. Salam Sehat Jiwa.

 

EditorAsep Candra
Close Ads X