Manajemen Penyakit Lewat Mikroba Perut - Kompas.com

Manajemen Penyakit Lewat Mikroba Perut

Kompas.com - 15/05/2012, 07:37 WIB

Jakarta, Kompas - Manajemen penyakit lewat mikroba perut menjadi metode baru di bidang kedokteran terkini. Model ini dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama Pusat Studi Asia Tenggara yang dibentuk Universitas Sydney, Australia.

”Mikroba di dalam usus sangat berpengaruh terhadap penyakit seseorang. Ini sekarang belum banyak dikaji,” kata Wakil Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Herawati Sudoyo pada pembentukan pusat studi tersebut, Senin (14/5/2012), di Jakarta.

Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Sydney mewadahi 178 akademisinya yang bergerak dalam berbagai bidang kajian di Asia Tenggara. Bidang keunggulan universitas ini meliputi kedokteran dan kesehatan masyarakat, arkeologi, pengelolaan lingkungan, pemerintahan, serta kesejahteraan dan hak asasi manusia.

Herawati mengatakan, manajemen penyakit melalui mikroba di dalam usus menjadi kajian holistik kedokteran. Hal itu antara lain berpangkal pada masalah perubahan pola dan makanan serta gaya hidup yang menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dan penyakit.

”Kerja sama lain, untuk pengkajian penyakit demam berdarah dengue dan hepatitis C,” kata Herawati.

Akademisi Fakultas Pendidikan dan Kerja Sosial Universitas Sydney Anthony Welch mengatakan, ekspansi besar-besaran di bidang pendidikan tinggi menimbulkan pertanyaan seputar isu kualitas, pertanggungjawaban publik, keuangan, dan perubahan komposisi swasta dan negeri. Hal itu disampaikan pula pada Forum Pendidikan Tinggi di Jakarta.

Mike Rimmer, akademisi Divisi Ilmu Hayati Universitas Sydney, memaparkan penting peranan riset dan kegiatan ilmiah untuk mengelola sumber daya alam, misalnya mewujudkan keamanan pangan. Rimmer merupakan ahli pengembangan perikanan dan teknik peningkatan stok ikan air tawar dan ikan laut.

Sejak tahun 2006, Rimmer tinggal di Indonesia dan terlibat dalam proyek rekonstruksi Aceh pascatsunami. Rimmer mengembangkan masalah perikanan pula.

Di bidang kedokteran, Universitas Sydney sebelumnya sudah mengembangkan kerja sama di bidang riset wabah dan penyakit menular. Pokok perhatiannya antara lain masalah resistensi terhadap antimikroba, misalnya pada pasien tuberkulosis dan malaria. (NAW)

 

EditorAsep Candra
Terkini Lainnya
Panduan Memilih Sepeda Gunung
Panduan Memilih Sepeda Gunung
Feel Good
Goresan pada Kacamata Hitam? Tuntaskan dengan Campuran Ini
Goresan pada Kacamata Hitam? Tuntaskan dengan Campuran Ini
Look Good
Cara Efektif Atasi “Baby Blues”
Cara Efektif Atasi “Baby Blues”
Feel Good
Pengaruh Ibu Kurang Gizi pada Kesehatan Janin
Pengaruh Ibu Kurang Gizi pada Kesehatan Janin
Feel Good
Menikmati Hidup, Beginilah Gaya Obama Saat Jadi Turis
Menikmati Hidup, Beginilah Gaya Obama Saat Jadi Turis
Look Good
Agar Anak Tak Berpuasa Hanya demi Hadiah
Agar Anak Tak Berpuasa Hanya demi Hadiah
Feel Good
Mengajarkan Anak Puasa Pertama
Mengajarkan Anak Puasa Pertama
Feel Good
Ajarkan Kebaikan Ini Kepada Anak Selama Bulan Puasa
Ajarkan Kebaikan Ini Kepada Anak Selama Bulan Puasa
Feel Good
Rugi Kalau Anak Tak Punya Kesempatan Bermain di Luar…
Rugi Kalau Anak Tak Punya Kesempatan Bermain di Luar…
BrandzView
3 Tanda untuk Segera Cari Pekerjaan Baru
3 Tanda untuk Segera Cari Pekerjaan Baru
Feel Good
Pergeseran Waktu Kerja Sebabkan Pria Sulit Punya Anak
Pergeseran Waktu Kerja Sebabkan Pria Sulit Punya Anak
Feel Good
Yoghurt Dengan Aneka Rasa, Bagaimana Nilai Gizinya?
Yoghurt Dengan Aneka Rasa, Bagaimana Nilai Gizinya?
Eat Good
Apa yang Terjadi Kala Anda Berlaku Kasar pada Pramusaji di Restoran?
Apa yang Terjadi Kala Anda Berlaku Kasar pada Pramusaji di Restoran?
Feel Good
Terungkap, Rahasia Pria Supaya Tampak Lebih Seksi
Terungkap, Rahasia Pria Supaya Tampak Lebih Seksi
Feel Good
Fenomena Patah Hati Nasional karena Tunangan Raisa dan Hamish
Fenomena Patah Hati Nasional karena Tunangan Raisa dan Hamish
Feel Good
Close Ads X