Minim Persiapan Berisiko Cedera - Kompas.com

Minim Persiapan Berisiko Cedera

Kompas.com - 28/05/2012, 09:20 WIB

Jakarta, Kompas - Kurangnya persiapan yang benar sebelum berolahraga bisa mengakibatkan cedera. Cedera yang terjadi bisa sangat berat, dari otot robek, patah tulang, hingga kefatalan. Padahal, dengan pemanasan dan peregangan, cedera olahraga dapat dihindari.

Hal itu disampaikan dokter spesialis kesehatan olahraga, Hario Tilarso, dalam Simposium Penatalaksanaan Terkini Cedera Olahraga dengan Bedah Minimal Invasif di Serang, Banten, Sabtu (26/5). Dalam acara yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia Banten dengan Rumah Sakit Premiere Bintaro, dokter spesialis ortopedi Sapto Adji serta dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Alex Saefullah sebagai pembicara. Hario mengatakan, masyarakat banyak yang tidak tahu persiapan yang harus dilakukan sebelum olahraga dan bagaimana olahraga dilakukan agar terhindar dari cedera.

Masyarakat kerap mengabaikan pemanasan dan peregangan. Padahal, melalui pemanasan dan peregangan selama 5 menit- 10 menit sebelum olahraga, otot disiapkan untuk aktivitas lebih berat.

Hario menyebutkan, ada beberapa cedera yang bisa terjadi jika seseorang berolahraga secara kurang tepat. Cedera itu antara lain jaringan ikat (ligamen) robek, otot robek, urat putus, lebam karena benturan, patah tulang, ataupun tulang bergeser.

Jaga denyut jantung

Dalam berolahraga disarankan agar tidak terlalu kelelahan. Patokan yang dapat diterapkan untuk mengetahui kelelahan atau tidak adalah menghitung denyut nadi.

”Denyut jantung kita selama berolahraga tidak boleh lebih dari 70-80 persen dari denyut nadi maksimal. Adapun denyut nadi maksimal dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia kita. Kalau lebih dari itu, kita bisa pingsan,” kata Hario.

Bagi mereka yang terganggu kesehatannya, denyut jantung berlebihan bisa memicu stroke ataupun serangan jantung.

Sapto Adji menambahkan, pasien yang berobat ke klinik olahraga kebanyakan adalah masyarakat umum, bukan atlet yang frekuensi olahraganya tinggi.

”Bagian tubuh yang cedera mayoritas bagian tubuh bawah, seperti lutut dan engkel. Banyak pasien yang cedera akibat bermain futsal. Kebanyakan cedera memang terjadi pada olahraga permainan,” kata Sapto Adji.

Penanganan cedera

Sapto Adji menambahkan, penanganan cedera olahraga, seperti putusnya jaringan ikat pada lutut yang bisa terjadi pada pemain sepak bola, dapat dilakukan dengan bedah invasif minimum. ”Sumber daya dokter dan fasilitas medis untuk tindakan ini di Indonesia sudah cukup baik,” katanya.

Akan tetapi, tidak adanya subsidi untuk peralatan bedah dari pemerintah membuat biaya operasi menjadi sangat mahal.

Untuk penanganan dini cedera bisa dilakukan dengan menerapkan prinsip RICE, yakni istirahatkan bagian yang cedera (rest), dikompres dengan es (ice), bebat menggunakan perban elastis dengan sedikit ditekan (compress), dan menempatkan bagian yang luka lebih tinggi dari tubuh (elevation). (adh)

 

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Dekorasi Hijau Jadi Tren Pesta Pernikahan Tahun 2017

Dekorasi Hijau Jadi Tren Pesta Pernikahan Tahun 2017

Look Good
Selalu di Rumah, Mengapa Tumit Sering Pecah-pecah?

Selalu di Rumah, Mengapa Tumit Sering Pecah-pecah?

Look Good
Bentuk Kesan Pertama, Jangan Lupakan Gestur dan Kesehatan Gigi!

Bentuk Kesan Pertama, Jangan Lupakan Gestur dan Kesehatan Gigi!

BrandzView
Coretan 'Bening' Eko Nugroho di Botol Aqua Reflections

Coretan "Bening" Eko Nugroho di Botol Aqua Reflections

Look Good
Kunjungi Bridestory Market untuk Rencanakan Pernikahan Terbaik

Kunjungi Bridestory Market untuk Rencanakan Pernikahan Terbaik

Feel Good
Kulit Ekstra Kering Butuh Pelembab Khusus

Kulit Ekstra Kering Butuh Pelembab Khusus

Look Good
Jumlah Sperma Pria Modern Makin Sedikit

Jumlah Sperma Pria Modern Makin Sedikit

Feel Good
Hair Expo, Ajang Berkumpulnya Pelaku Industri Tata Rambut

Hair Expo, Ajang Berkumpulnya Pelaku Industri Tata Rambut

Look Good
Menghadapi Kenyataan Orangtua Selingkuh

Menghadapi Kenyataan Orangtua Selingkuh

Feel Good
Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Eat Good
Dua Essential Oils Paling Populer

Dua Essential Oils Paling Populer

Feel Good
Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils

Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils

Feel Good
10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

Look Good
Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Feel Good
Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Look Good
Close Ads X