Cabut Gigi Atas, Benarkah Lebih Berisiko? - Kompas.com

Cabut Gigi Atas, Benarkah Lebih Berisiko?

Kompas.com - 05/06/2012, 08:05 WIB

TANYA : 

Dok saya mau tanya, kemarin saya ke dokter gigi. Ketika saya mau pasang behel gigi, si dokternya menyarankan saya untuk cabut 2 (dua) gigi atas saya. Alasan dokter, gigi saya agak padat sehingga harus  ada yang dicabut. Bagaimana pendapat dokter Citra ? Sepengetahuan saya, menurut orang-orang,  gigi atas itu tidak boleh dicabut karena banyak saraf di daerah tersebut. Tolong pertimbangan dan penjelasannya apabila harus dicabut gigi saat dipasang behel? Terima  kasih atas jawabannya. 

(Kani, 25, Balikpapan)

 

JAWAB :

Mbak Kani, seorang dokter gigi akan memutuskan pencabutan gigi dalam proses perawatan ortodontik setelah melewati berbagai analisa. Di antaranya analisa model gigi anda, analisa foto rontgen panoramik dan cephalometrik, serta melalui prosedur pemeriksaan klinis lainnya.

Pencabutan gigi pada perawatan ortodontik diperlukan untuk mendapatkan ruangan yang besar untuk kasus-kasus tertentu seperti gigi berjejal.  Pencabutan pada rahang atas untuk keperluan ortodontik biasanya dilakukan pada gigi premolar. Jika pencabutan dilakukan dengan prosedur yang benar, maka tidak akan berbahaya.

Namun, hal penting yang perlu diperhatikan untuk pencabutan gigi premolar rahang atas adalah adanya ruang sinus tepat di atasnya, jika tidak hati-hati maka akan terjadi lubang pada sinus yang akan mengakibatkan keluarnya cairan melalui hidung anda.

Melalui bantuan foto rontgen, dokter gigi akan paham mengenai prosedur dan tindakan pencabutan yang akan dilakukan, sehingga akan meminimalisasi semua efek tersebut.

 

EditorAsep Candra
Close Ads X