Merasa Bersalah Saat Bercinta? - Kompas.com

Merasa Bersalah Saat Bercinta?

Kompas.com - 11/06/2012, 15:33 WIB

KOMPAS.com - Seksolog dan penulis buku Sexual Anorexia: Overcoming Sexual Self-Harted, Dr Patrick Carnes menjelaskan pengidap gangguan anoreksia seksual merasa "kuat" dan "berkuasa" apabila dirinya mampu mengisolasi diri dari aktivitas seksual apa pun. Kalau Anda merasa bersalah setiap kali berhubungan seks, ini petanda Anda mengidap gangguan seksual ini.

Penderita anoreksia seksual tidak menikmati indahnya bercinta, namun merasa jijik dan bersalah atas hubungan seksual yang terjadi. Bahkan, ada yang merasa ia seperti "diperkosa" saat ia diharapkan berhubungan intim, meski bersama suaminya sendiri yang ia cintai.

Meski begitu, penderita anoreksia seksual bukan berarti sama sekali tidak bisa berhubungan seksual.Dr Carnes menjelaskan, dalam masa tertentu, penderita anoreksia seksual "cukup rela" untuk berhubungan intim. Masa ini adalah masa ia lama absen dalam urusan bercinta dan di saat yang sama hambatan-hambatan dalam dirinya, saat berhubungan intim, sedang berada dalam level rendah. Di saat inilah, penderita anoreksia seksual bisa bercinta, meski tak menghilangkan gangguan seksual dalam dirinya. Karena tak jarang, setelah bercinta ia akan merasa bersalah dan teramat kotor karena berhasrat melakukannya.

Untuk menghindari "kewajiban bercinta", juga membuat pasangannya tidak tersinggung akan sikap dinginnya, penderita anoreksia seksual seringkali membuat lawan jenis tak tertarik dengan dirinya. Berbagai cara dilakukannya, baik di sengaja atau tidak. Misalnya, rajin melakukan kegiatan untuk menggemukkan diri agar terlihat tidak menarik, membuat penampilan kaku dan membosankan. Ada pula yang menyibukkan diri dengan beragam kegiatan dan pekerjaan. Sehingga seolah-olah ia lelah secara fisik untuk bercinta. Padahal, sebetulnya ia enggan berhubungan seks.

Bila Anda mengalami hal tersebut, tak ada salahnya introspeksi dan mengevaluasi diri untuk menemukan penyebabnya. Bicarakan permasalahan Anda dengan orang yang bisa dipercaya dan terbuka untuk permasalahan Anda dengan orang yang bisa dipercaya dan terbuka untuk permasalahan seksualitas.

Tak ada salahnya meminta bantuan ahli, seperti psikolog dan terapis seks. Satu hal yang perlu disadari: aktivitas seksual adalah salah satu kebutuhan biologis manusia yang perlu dipenuhi, dan tak perlu dihindari. Jadi, berusahalah mencari cara untuk menikmatinya, tentunya dengan cara dan waktu yang tepat.

(Majalah Chic/Yuniarti Tanjung)

Editorwawa

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM