Wanita Penyandang Epilepsi Bisa Melahirkan Normal - Kompas.com

Wanita Penyandang Epilepsi Bisa Melahirkan Normal

Kompas.com - 16/06/2012, 10:27 WIB

Jakarta, Kompas - Perempuan hamil penyandang epilepsi berisiko komplikasi obstetrik lebih tinggi dibandingkan perempuan sehat. Namun, perempuan hamil penyandang epilepsi dapat memiliki janin sehat dan melahirkan anak normal sepanjang bangkitannya dikontrol.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Studi Epilepsi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Kurnia Kusumastuti dalam seminar ”Epilepsi pada Anak, Penyakit Penyerta, dan Persiapan Penyandang Epilepsi Wanita dalam Menghadapi Perubahan Hormonal”, Kamis (14/6), di Jakarta.

Ia mengatakan, risiko bangkitan pada perempuan hamil penyandang epilepsi meningkat 23- 30 persen akibat perubahan hormonal selama hamil.

Yang harus diwaspadai, bangkitan yang berlangsung hebat bisa menyebabkan kontraksi uterus sehingga bayi bisa lahir prematur. Saat terjadi bangkitan pembuluh darah menyempit sehingga asupan oksigen pada janin berkurang drastis. Akibatnya, janin bisa mengalami asfiksia.

Namun, perempuan hamil penyandang epilepsi, kata Kurnia, tidak perlu terlalu khawatir. Data menunjukkan, lebih dari 93 persen perempuan epilepsi bisa melahirkan dengan normal, bukan operasi. Syaratnya, bangkitan dikontrol dengan mengonsumsi obat antiepilepsi (OAE) selama hamil hingga setelah persalinan.

Saat mengontrol bangkitan, dokter harus memerhatikan kondisi janin. Bangkitan yang tidak dikontrol bisa berakibat fatal, sebaliknya konsumsi OAE berlebihan berpengaruh buruk pada janin. Karena itu, perempuan hamil dengan epilepsi disarankan melakukan persalinan di rumah sakit/klinik yang memiliki fasilitas perawatan epilepsi dan unit perawatan intensif bayi.

Pembicara lain, Kepala Divisi Neurologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dwi Putro Widodo menambahkan, peningkatan frekuensi bangkitan pada perempuan hamil dengan epilepsi kadang disebabkan kesengajaan menghentikan konsumsi OAE. Banyak ibu hamil dengan epilepsi khawatir efek samping OAE terhadap janin.

Dwi Putro menyarankan perempuan hamil dengan epilepsi tetap memberikan ASI kepada bayi. Meski OAE keluar lewat ASI pada umumnya tidak menimbulkan masalah. Jika bayi mengantuk terus, disarankan berkonsultasi dengan dokter. (ADH)

 

EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Look Good
Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Feel Good
Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Look Good
Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Look Good
5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

Feel Good
Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Look Good
Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Feel Good
'Despacito' dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

"Despacito" dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

Feel Good
Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Feel Good
Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Feel Good
Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Feel Good
Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Feel Good
Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Feel Good
Close Ads X