Negara Berkembang Lampaui Negara Maju - Kompas.com

Negara Berkembang Lampaui Negara Maju

Kompas.com - 22/06/2012, 19:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kematian akibat penyakit kanker di negara berkembang diproyeksikan jauh lebih besar dan melampaui negara maju. Penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia, juga cenderung lebih muda.

Hal itu dikemukakan dokter subspesialis hematologi-onkologi medik yang juga pengurus Yayasan Kanker Indonesia Aru Sudoyo, dalam acara Roche Media Health Forum tentang penyakit kanker di Jakarta, Jumat (22/6/2012).

Mengutip data proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di seluruh dunia, Aru mengatakan, total kematian akibat kanker di negara maju cenderung stagnan, yakni 2,1 juta kematian tahun 2005 diproyeksikan menjadi 2,5 juta jiwa pada tahun 2030. Namun, di negara berkembang, jumlah kematian jauh lebih besar proyeksinya, yakni dari 5,5 juta jiwa tahun 2005 menjadi 8,9 juta kematian tahun 2030.

Jenis kanker yang paling sering terjadi di dunia ialah kanker leher rahim, payudara, nasofaring, rektum, kulit, indung telur, tiroid, usus besar, dan getah bening. Selain itu, penduduk di negara berkembang cenderung lebih muda usianya terkena kanker.

Aru mencontohkan, untuk kanker usus besar dan rektum, misalnya, di negara maju seperti Kanada, kasus pada penduduk di bawah usia 40 tahun sekitar 3 persen menurut data National Cancer Insitute negara itu. Sebagian besar kanker mulai terjadi pada penduduk berusia 50 tahun -60 tahun.

Di negara berkembang, seperti kasus pada usia di bawah 40 tahun sekitar 30 persen. "Di Indonesia, kanker usus besar mulai sering ditemukan pada usia 30 tahun-40 tahun," ujarnya.

Dia mengatakan, perubahan gaya hidup seperti diet yang buruk, kurang aktivitas, merokok; serta lemahnya deteksi dini menambah jumlah penderita kanker di negara berkembang. Sedangkan, di negara maju kanker semakin baik diantisipasi dengan kesadaran deteksi dini, edukasi memadai, dan ketersediaan tenaga dan fasilitas kesehatan, serta asuransi kesehatan.

"Saat ini, edukasi tentang kanker, deteksi dini, dan faktor risikonya sangat penting," ujarnya.

EditorMarcus Suprihadi

Terkini Lainnya

10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

Look Good
Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Feel Good
Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Look Good
Meriahnya Pesta Sekampung Ala Yogrt

Meriahnya Pesta Sekampung Ala Yogrt

Feel Good
Keringat Tak Perlu Ditakuti, Ketahui 3 Fakta yang Belum Anda Tahu

Keringat Tak Perlu Ditakuti, Ketahui 3 Fakta yang Belum Anda Tahu

Feel Good
Berjiwa Muda, Kunci Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seks

Berjiwa Muda, Kunci Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seks

Feel Good
Tips Sukses Kembangkan Bisnis Lewat Instagram

Tips Sukses Kembangkan Bisnis Lewat Instagram

Feel Good
Dipamerkan Foto Putri Diana yang Belum Pernah Dipublikasikan

Dipamerkan Foto Putri Diana yang Belum Pernah Dipublikasikan

Feel Good
Kiat Mengembangkan Diri di Era Digital

Kiat Mengembangkan Diri di Era Digital

Feel Good
Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Feel Good
Jenis Teh dan Kopi yang Bisa Menambah Berat Badan

Jenis Teh dan Kopi yang Bisa Menambah Berat Badan

Eat Good
Mencari Hukuman yang Tepat bagi Anak Pelaku 'Bullying'

Mencari Hukuman yang Tepat bagi Anak Pelaku "Bullying"

Feel Good
Melirik Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Melirik Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Eat Good
Waspadai Pola Makan di Luar Kebiasaan Pemicu Penyakit

Waspadai Pola Makan di Luar Kebiasaan Pemicu Penyakit

Eat Good
Pilihan Kopi Favorit Bisa Ungkap Kepribadian

Pilihan Kopi Favorit Bisa Ungkap Kepribadian

Eat Good
Close Ads X