7 Cara Olahraga Mengalahkan Penyakit - Kompas.com

7 Cara Olahraga Mengalahkan Penyakit

Kompas.com - 07/07/2012, 08:22 WIB

KOMPAS.com - Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga, metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien. Bahkan, sejumlah riset telah membuktikan olahraga dapat menjadi pelindung terbaik bagi tubuh dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit.

Tetapi jika Anda merasa bukti-bukti itu belum cukup, simak pembahasan berikut ini, yang akan menjelaskan bagaimana olahraga dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit:

1. Menurunkan tekanan darah

Melakukan aktivitas fisik dapat membantu menjaga pembuluh arteri Anda tetap sehat, dengan cara membersihkan dan menjaga aliran dalam pembuluh darah tetap baik. Dalam sebuah penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 500 pria dan wanita berusia 40 sampai 60 tahun, para peneliti menemukan bahwa aktivitas fisik berbanding terbalik dengan penumpukan progresif plak di arteri karotis. Bahkan untuk orang-orang yang bermain golf atau melakukan aktivitas sederhana seperti berkebun selama satu atau dua hari dalam seminggu memiliki arteri yang lebih bersih ketimbang mereka yang tidak melakukan aktivitas di waktu luang.

2. Membakar gula darah

Hasil riset para ilmuwan di Ceko menunjukkan bahwa melakukan latihan kekuatan selama kurun waktu tiga bulan membantu meningkatan sensitivitas insulin pada pria dengan resistensi insulin. Sebuah penelitian di Inggris menegaskan bahwa efek latihan dapat menurunkan risiko gangguan sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kombinasi dari gangguan medis yang meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes.

3. Mengendalikan berat badan

Dengan berolahraga, kalori akan terbakar sehingga Anda akan kehilangan atau setidaknya tak mengalami kenaikan berat badan . Sebuah riset menunjukkan, olahraga bermanfaat bagi orang gemuk.  Mereka yang punya indeks massa tubuh (BMI) 41 (obesitas berat) dan mampu menurunkan 7 persen bobotnya lewat olahraga teratur, mengalami penurunan tekanan darah dan trigliserida hingga kembali normal. Peradangan pada pembuluh darah mereka juga turun antara seperempat dan sepertiga, meskipun rata-rata BMI-nya masih di angka 38 (masih terlalu tinggi). Sejumlah penelitian telah mengkonfirmasikan bahwa seseorang tidak harus kurus untuk menjadi sehat secara fisik.

4. Pangkas kolesterol total

Efek paling penting dari berolahraga adalah untuk meningkatkan kadar kolesterol "baik", sehingga mengurangi kadar kolesterol total. Hasil tinjauan dari beberapa studi internasional menunjukkan, menambahkan olahraga pada program diet penurunan berat badan tidak hanya menaikkan kolesterol HDL, tetapi juga meningkatkan manfaat program pelangsingan serta menurunkan trigliserida dan tekanan darah.

5. Mengurangi detak jantung

Pada keadaan normal, jantung manusia berdetak sebanyak 70 sampai 75 kali per menit. Tetapi untuk orang-orang yang aktif secara fisik, jantung mereka dapat memompa darah di dalam tubuh hanya dengan 50 ketukan. Ini sama dengan 36.000 ketukan lebih sedikit setiap hari dan 13 juta lebih sedikit dalam satu tahun.

6. Redakan stres dan kesedihan

Olahraga erbukti memberi efek positif pada suasana hati. Hal itu setidaknya dibuktikan lewat sebuah riset di Inggris pada akhir 1980-an. Dalam kajiannya, peneliti melibatkan sejumlah orang dewasa yang punya gaya hidup kurang aktif (sedentari).  Partisipan diminta melakukan latihan dengan intensitas sedang seperti aerobik, latihan peregangan atau tidak sama sekali, selama 12 minggu. Pada kelompok yang melakukan aktivitas dalam intensitas sedang cenderung jauh dari rasa tertekan, cemas dan kebingungan.

Sebuah riset di Berlin juga mengindikasikan bahwa olahraga selama 30 menit sehari lebih efektif dibanding obat-obat antidepresan. Kenapa? Karena aktivitas fisik merangsang otak untuk memproduksi hormon endorfin (hormon yang memberikan rasa tenang). Dengan olahraga, Anda juga akan terhindar dari beberapa efek samping yang berbahaya.

7. Menyelamatkan hidup Anda

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, perilaku tidak aktif telah menyebabkan 2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun dan menjadin faktor utama pemicu kanker payudara dan kanker usus besar, diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, World Hear Federation meyakini bahwa perilaku tidak aktif sama buruknya dengan orang yang merokok sebungkus setiap hari.

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Look Good
Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Feel Good
'Despacito' dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

"Despacito" dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

Feel Good
Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Feel Good
Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Feel Good
Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Feel Good
Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Feel Good
Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Feel Good
Di Usia Berapa Kenaikan Berat Badan Paling Berisiko?

Di Usia Berapa Kenaikan Berat Badan Paling Berisiko?

Eat Good
Negara Mana dengan Perempuan Paling Puas Bercinta?

Negara Mana dengan Perempuan Paling Puas Bercinta?

Feel Good
Sikap Posesif yang Berpotensi Merusak Hubungan

Sikap Posesif yang Berpotensi Merusak Hubungan

Feel Good
Rahasia di Balik Aturan Berbusana Keluarga Kerajaan Inggris

Rahasia di Balik Aturan Berbusana Keluarga Kerajaan Inggris

Look Good
Cara Efektif Memperbarui CV dalam 10 Menit

Cara Efektif Memperbarui CV dalam 10 Menit

Feel Good
Close Ads X