Dosis Obat Pasien Indonesia Lebih Rendah - Kompas.com

Dosis Obat Pasien Indonesia Lebih Rendah

Kompas.com - 27/07/2012, 09:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Kadar terapeutik obat tuberkulosis untuk pasien Indonesia tidak perlu setinggi pasien Kaukasia. Pemberian dosis rifampisin, obat utama tuberkulosis, di bawah ambang terapeutik tetap menyembuhkan sebagian besar penderita di Indonesia.

Hal itu dikonfirmasi lewat penelitian Erlina Burhan untuk disertasi doktornya, ”Hubungan Konsentrasi Rifampisin Darah dengan Respons Pengobatan Berdasarkan Hasil Biakan Kuman Mycobacterium tuberculosis pada Pasien TB Paru yang Diobati dengan Kombinasi Dosis Tetap”. Erlina mendapatkan yudisium sangat memuaskan saat mempertahankan disertasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (26/7).

Bertindak sebagai promotor Guru Besar Ilmu Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI Hadiarto Mangunnegoro dan kopromotor Guru Besar Ilmu Farmakologi Klinik FKUI Purwantyastuti serta dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda, Reinout van Crevel.

Hasil penelitian Erlina pada 201 pasien tuberkulosis (TB) menyebutkan, tidak ada hubungan bermakna antara konsentrasi rifampisin dan respons pengobatan. ”Konsentrasi rifampisin pada darah orang Indonesia tidak perlu setinggi orang Barat yang di atas 8 mg/l. Dengan kadar di bawah kombinasi dosis standar, pasien di Indonesia tetap sembuh,” katanya.

Jenis kuman TB di Indonesia berbeda dengan di Asia Tenggara yang umumnya galur Beijing yang bersifat ganas dan cenderung resisten. Di Indonesia, kuman yang beredar adalah galur non-Beijing.

Erlina mengusulkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan konsentrasi dan dosis obat yang paling sesuai untuk penduduk Indonesia. Pemberian dosis obat yang terlalu tinggi mengakibatkan keracunan pada hati, yang ditandai dengan kenaikan bilirubin, mual, dan muntah.

”Karena efek samping berat, banyak pasien berhenti minum obat. Akibatnya, kuman TB bermutasi menjadi resisten sehingga obat-obat yang dikonsumsi tidak mempan,” paparnya.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2011 menyatakan, Indonesia berada di peringkat keempat untuk beban penyakit TB setelah India, China, dan Afrika Selatan dengan angka kematian 27 per 100.000 penduduk. (ABK)

 

 

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Kiat Mengembangkan Diri di Era Digital

Kiat Mengembangkan Diri di Era Digital

Feel Good
Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Feel Good
Jenis Teh dan Kopi yang Bisa Menambah Berat Badan

Jenis Teh dan Kopi yang Bisa Menambah Berat Badan

Eat Good
Mencari Hukuman yang Tepat bagi Anak Pelaku 'Bullying'

Mencari Hukuman yang Tepat bagi Anak Pelaku "Bullying"

Feel Good
Melirik Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Melirik Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Eat Good
Waspadai Pola Makan di Luar Kebiasaan Pemicu Penyakit

Waspadai Pola Makan di Luar Kebiasaan Pemicu Penyakit

Eat Good
Pilihan Kopi Favorit Bisa Ungkap Kepribadian

Pilihan Kopi Favorit Bisa Ungkap Kepribadian

Eat Good
Kenapa Olahraga Harus Jadi Agenda Wajib Meskipun Sedang Sibuk?

Kenapa Olahraga Harus Jadi Agenda Wajib Meskipun Sedang Sibuk?

BrandzView
Kaitan Polusi Udara dengan Kanker Payudara

Kaitan Polusi Udara dengan Kanker Payudara

Feel Good
Seberapa Sering Sprei Harus Dicuci?

Seberapa Sering Sprei Harus Dicuci?

Feel Good
Pakai Pelumas Saat Berhubungan Seks Hambat Kehamilan?

Pakai Pelumas Saat Berhubungan Seks Hambat Kehamilan?

Feel Good
Berikan Pemahaman pada Anak Tentang Waktu Bermain Gadget

Berikan Pemahaman pada Anak Tentang Waktu Bermain Gadget

Feel Good
Banyak Minum Air Putih Bisa Turunkan Berat Badan?

Banyak Minum Air Putih Bisa Turunkan Berat Badan?

Eat Good
5 Resep yang Membuat Anak Ketagihan Bawa Bekal dari Rumah

5 Resep yang Membuat Anak Ketagihan Bawa Bekal dari Rumah

Eat Good
Tips Agar Anak Rutin Minum Air Putih

Tips Agar Anak Rutin Minum Air Putih

Eat Good
Close Ads X