Kemoterapi Bisa Jadi Bumerang? - Kompas.com

Kemoterapi Bisa Jadi Bumerang?

Kompas.com - 06/08/2012, 20:36 WIB

KOMPAS.com - Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sel kanker dengan menghambat reproduksi pembelahan sel yang sangat cepat seperti pada tumor. Tetapi tanpa diduga, sebuah riset menunjukkan bahwa kemoterapi juga ternyata dapat memicu pertumbuhan kanker.
 
Peneliti dari Amerika Serikat membuat penemuan yang "sangat tak terduga" ketika mereka sedang meneliti mengapa sel-sel kanker sangat "bandel" di dalam tubuh manusia, tetapi mudah dibunuh di laboratorium.
 
Dalam jurnal Nature Medicine, para peneliti melaporkan, mereka melakukan pengujian efek dari tipe-tipe kemoterapi pada jaringan yang dikumpulkan dari pria penderita kanker prostat, dan menemukan bukti adanya kerusakan DNA pada sel sehat pascakemoterapi.
 
Para ilmuwan menemukan bahwa sel yang sehat itu rusak karena kemoterapi melepaskan lebih banyak protein yang disebut WNT16B yang akan memicu daya tahan sel-sel kanker.
 
"Peningkatan WNT16B sangat tak terduga," kata Peter Nelson, dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, salah satu peneliti seperti dilansir AFP.
 
Ia menjelaskan, ketika WNT16B dilepaskan, mereka akan berinteraksi dengan sel tumor terdekat dan membuatnya tumbuh, menyebar, dan yang paling penting menjadi lebih kebal pada terapi.
 
Dalam terapi kanker, tumor seringkali merespon dengan baik di awal.  Namun kemudian tumor kembali tumbuh dengan lebih banyak,  lalu menjadi resisten pada kemoterapi selanjutnya. Jumlah reproduksi sel tumor seringkali berakselerasi dengan terapi.
 
"Hasil studi ini mengindikasikan bahwa respon kerusakan pada sel jinak, mungkin secara langsung berkontribusi menyebabkan pertumbuhan atau pergerakan tumor," kata Nelson.
 
Menurut para peneliti, mereka telah membuktikan hal itu pada jenis kanker ovarium dan kanker payudara.

Namun menurut Nelson hasil riset ini bisa menjadi cara untuk menemukan cara baru dalam terapi kanker. Misalnya saja dengan memberikan antibodi WNT16B bersamaan dengan kemoterapi. Diharapkan hal ini meningkatkan respon sehingga lebih banyak sel tumor yang dibunuh.
 
"Sebagai alternatif, cara itu bisa dilakukan pada terapi dalam dosis kecil dan tidak terlalu toksik," katanya.

 

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

Feel Good
Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Look Good
Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Feel Good
'Despacito' dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

"Despacito" dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

Feel Good
Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Feel Good
Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Feel Good
Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Feel Good
Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Mengajarkan Toleransi pada Anak Lewat Buku

Feel Good
Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Game of Thrones Mengalahkan Situs Porno

Feel Good
Di Usia Berapa Kenaikan Berat Badan Paling Berisiko?

Di Usia Berapa Kenaikan Berat Badan Paling Berisiko?

Eat Good
Negara Mana dengan Perempuan Paling Puas Bercinta?

Negara Mana dengan Perempuan Paling Puas Bercinta?

Feel Good
Sikap Posesif yang Berpotensi Merusak Hubungan

Sikap Posesif yang Berpotensi Merusak Hubungan

Feel Good
Rahasia di Balik Aturan Berbusana Keluarga Kerajaan Inggris

Rahasia di Balik Aturan Berbusana Keluarga Kerajaan Inggris

Look Good
Close Ads X