Kosmetika Halal Jadi Kebutuhan Perempuan? - Kompas.com

Kosmetika Halal Jadi Kebutuhan Perempuan?

Kompas.com - 14/08/2012, 11:07 WIB

KOMPAS.com - Perempuan punya banyak pilihan produk kecantikan untuk merias wajahnya. Saat memilih, pertimbangannya bukan hanya mencari kosmetik yang warnanya sesuai kulit dan kepribadian, namun juga faktor kehalalan.

Dengan kata lain, kosmetika yang tersedia dengan ragam pilihan warna bukan satu-satunya kebutuhan. Ternyata perempuan juga membutuhkan kosmetika yang terjamin kualitas dan kehalalannya.

Untuk menjamin kosmetik tersebut halal, sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menjadi acuannya. Kosmetika yang telah mendapatkan pengakuan kehalalan ini telah melewati tahapan audit dari MUI, baik penilaian terhadap bahan baku juga proses pembuatannya.

Di Indonesia belum banyak kosmetika yang mendapatkan sertifikasi halal ini. Peragawati senior, pendidik, dan penulis Ratih Sanggarwati mengakui, kebutuhan akan kosmetika halal sebenarnya sudah muncul sejak lama. Lantaran tak mudah mendapatkan kosmetika halal, Ratih pun menciptakan merek kosmetik sendiri bernama Zahra, yang telah mendapatkan sertifikasi halal MUI sejak pertama kali muncul, dan bertahan hingga kini dengan penjualan direct selling.

"Kosmetika halal sudah menjadi perbincangan di kalangan perempuan berhijab. Namun sebenarnya, kosmetika halal tidak hanya dibutuhkan perempuan berhijab, tapi semua orang yang menginginkan make up halal untuk alasan kesehatan dan ketakwaan, agar tak ada lagi keraguan saat memakai make up," jelasnya kepada Kompas Female di sela kegiatan kelas kecantikan Beautifully You with Sariayu, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagi Ratih, kosmetika halal penting karena ini menyangkut apa yang masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori. "Memang tidak akan berdampak langsung terhadap tubuh, tapi apa yang masuk ke tubuh perlu diperhatikan kehalalannya," jelasnya.

Salah satu produk kosmetika Indonesia yang memiliki label halal ini adalah Sariayu Martha Tilaar. Sariayu telah meraih sertifikasi halal MUI untuk semua kategori produk, baik make up hingga skincare, dengan penyerahan resmi pada 29 Maret 2012.

Menurut Tevy DA Saptono, Brand Manager Sariayu, kosmetika dengan sertifikasi halal menjadi penting, karena kebutuhannya memang ada, selain juga mengikuti tren beberapa tahun belakangan.

"Masyarakat Muslim ingin pakai produk halal. Tren produk halal ini sudah berlangsung 2-3 tahun terakhir," ungkapnya.

Untuk mengedukasi masyarakat mengenai kosmetika halal, Sariayu Martha Tilaar menggelar kegiatan kelas kecantikan. Pada Ramadhan, kegiatan ini digelar dengan menggandeng komunitas perempuan Hijab Ayu.

"Kegiatan sosialisasi kosmetika halal ini tidak hanya akan berlangsung pada Ramadhan, namun akan berlanjut setelahnya dan bisa bekerjasama dengan siapa saja," jelas Tevy di acara yang sama.

Munculnya kosmetika halal sekaligus juga menunjukkan tersedianya semakin banyak pilihan tata rias wajah. "Mungkin ada produk lain yang memiliki sertifikasi halal, tapi belum semua kategori. Sertifikasi halal juga memberikan lebih banyak pilihan warna tata rias wajah kepada pelanggan juga pengguna baru," lanjutnya.

Ratih pun mengakui, semakin banyak produk kosmetika yang mendapatkan sertifikasi halal, perempuan punya banyak pilihan warna make up yang aman. Label halal membuat perempuan merasa lebih bebas memakai kosmetik aneka warna sesuai seleranya.

"Bisa jadi warna pada merek A tidak didapati pada merek B, karena semuanya sudah halal, pilihan warna pun lebih bervariasi," tutupnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    Editorwawa
    Close Ads X