Angka Kematian Ibu Tertinggi Justru di Jawa - Kompas.com

Angka Kematian Ibu Tertinggi Justru di Jawa

Kompas.com - 04/09/2012, 06:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia atau Maternal Mortality Rate (MMR) justru tercatat paling tinggi di Pulau Jawa. Data ini cukup mencengangkan karena pulau Jawa dinilai memiliki akses kesehatan lebih baik ketimbang daerah terpencil atau perbatasan.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ali Gufron Mukti sela-sela pembukaan Asia Pacific Development Summit 2012, di Jakarta, Senin (3/9/2012). Melihat data ini, Indonesia perlu bekerja keras mencapai target MDGs dari angka sekarang 228 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 102 per 100.000 per kelahiran hidup pada tahun 2015.

"Padahal pemerintah sudah berikan program Jampersal dengan harapan bisa menekan angka kematian ibu melahirkan. Tapi, ternyata 40 persen persalinan masih dilakukan di rumah padahal pemerintah sudah berikan gratis," ujarnya.

Secara absolut, lanjutnya, kematian ibu melahirkan justru banyak terjadi di pulau Jawa. Jawa Barat paling banyak, disusul Jawa Timur, dan Jawa Tengah. "Setelah dihitung ternyata banyak di Jawa bukan di daerah terpencil atau perbatasan yang fasilitasnya kurang. Masalahnya apa? Bisa jadi pada aksesnya dan transportasinya sehingga angka kematian ibu melahirkan tinggi," imbuhnya.

Menyoroti hal ini, Ali Gufron mengatakan antara pemerintah dan swasta perlu kerjasama dengan formula tepat dalam bidang kesehatan. Misalnya saja, swasta yang ingin membangun rumah sakit tidak melulu terpusat di kota-kota besar. Tetapi juga di daerah pedesaan. Jika terkendala akses jalan yang masih sulit, pemerintah berperan dengan membangun akses tersebut.

"Anggaran Kemenkes sendiri baru 2,2 persen dari amanat UU Kesehatan yang 5 persen. Kekurangan sumber dana  ini bisa diisi oleh swasta dalam bentuk kerjasama yang lebih terkendali dan terorganisir. Bagaimana bentuk implementasinya ini yang tengah kita cari," ujarnya.

Utusan khusus Presiden Indonesia untuk MDGs  Nila Moeloek menambahkan, penguatan kerjasama antara pemerintah dan swasta sangatlah penting. Menurutnya, Kementerian Kesehatan tidak bisa bekerjai sendiri mengatasi beragam permasalahan kesehatan. Untuk mencapai target MDGs, urusan kesehatan harus ditangani lintas sektor.

 

EditorAsep Candra
Terkini Lainnya
Menghemat Pengeluaran Saat Biaya Hidup Tinggi
Menghemat Pengeluaran Saat Biaya Hidup Tinggi
Feel Good
Terungkap, Rahasia Tampan Ryan Reynolds
Terungkap, Rahasia Tampan Ryan Reynolds
Look Good
Berapa Lama Kita Seharusnya Tahan dalam Bercinta?
Berapa Lama Kita Seharusnya Tahan dalam Bercinta?
Feel Good
Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?
Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?
Feel Good
Alasan Utama Anda Harus Mengurangi Gula
Alasan Utama Anda Harus Mengurangi Gula
Eat Good
Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil
Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil
Feel Good
Hati-hati Melakukan Tren Diet yang Marak di Sosial Media
Hati-hati Melakukan Tren Diet yang Marak di Sosial Media
Eat Good
Inilah Kunci untuk Berhenti Mengeluh
Inilah Kunci untuk Berhenti Mengeluh
Feel Good
Benarkah Pola Asuh 'Helicopter Parenting' Buruk untuk Anak?
Benarkah Pola Asuh "Helicopter Parenting" Buruk untuk Anak?
Feel Good
1 Syarat jika Ingin Bahagia saat Berhubungan Seks
1 Syarat jika Ingin Bahagia saat Berhubungan Seks
Feel Good
Sampai Usia Berapa Pria Masih Bisa Memiliki Bayi?
Sampai Usia Berapa Pria Masih Bisa Memiliki Bayi?
Feel Good
Inilah Alasan Anda Susah Dapat Kekasih Lewat Aplikasi Kencan
Inilah Alasan Anda Susah Dapat Kekasih Lewat Aplikasi Kencan
Feel Good
Ajang Fashion Kota Bekasi Kembali Digelar
Ajang Fashion Kota Bekasi Kembali Digelar
Look Good
Kapan “Sneakers” Mulai Tren di Indonesia?
Kapan “Sneakers” Mulai Tren di Indonesia?
Look Good
Ragu Ingin Pakai KB Spiral? Ketahui Dulu Fakta Ini
Ragu Ingin Pakai KB Spiral? Ketahui Dulu Fakta Ini
Feel Good
Close Ads X