Kebijakan Kesehatan Kuratif Masih Dominan - Kompas.com

Kebijakan Kesehatan Kuratif Masih Dominan

Kompas.com - 21/09/2012, 09:58 WIB

Jakarta, Kompas - Kebijakan kesehatan pemerintah masih didominasi kuratif atau pengobatan, bukan pendidikan dan pencegahan penyakit. Akibatnya, jumlah penderita dan kematian akibat penyakit tak menular terus meningkat.

”Paradigma pembangunan kesehatan pejabat eksekutif dan legislatif di pusat dan daerah hanya membangun rumah sakit dan pengobatan gratis,” kata Adi Sasongko, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, yang juga Direktur Pelayanan Yayasan Kusuma Buana, di Jakarta, Kamis (20/9).

Paradigma itu membuat alokasi dana kesehatan didominasi program kuratif karena berdampak langsung. Adapun anggaran promosi kesehatan sangat kecil.

Kematian akibat penyakit tak menular di Indonesia 59,5 persen pada 2007. Tahun 1995 baru 41,7 persen. Kematian tertinggi disebabkan stroke (15,4 persen), disusul hipertensi, diabetes, kanker, dan paru obstruktif kronik.

Faktor risiko

Salah satu faktor risiko berbagai penyakit tak menular adalah obesitas dan rokok. Namun, upaya pencegahan kedua faktor itu nyaris tak tecermin dalam kebijakan pembangunan.

Tak banyak upaya memaksa masyarakat aktif bergerak, aman dan nyaman berolahraga, mengontrol polusi, serta mengelola diet sejak dini.

Menurut Adi, pendidikan kesehatan dan jasmani sejak SD merupakan kunci menyiapkan generasi bangsa yang sehat. Namun, pendidikan yang ada tak sesuai kebutuhan siswa. Fasilitas olahraga di sekolah terbatas.

Untuk mencegah bertambahnya kasus penyakit tak menular, Kementerian Kesehatan mendirikan pos pembinaan terpadu (posbindu) dan meningkatkan kemampuan puskesmas mengelola penyakit tak menular.

Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes Lily S Sulistyowati mengatakan, posbindu merupakan pengembangan dari pos pelayanan terpadu (posyandu) yang biasa dimanfaatkan untuk penimbangan anak balita. Kader posyandu dilatih mencermati faktor risiko penyakit tak menular melalui pengontrolan berat badan dan tekanan darah.

”Saat ini ada 3.000-4.000 posbindu di Indonesia,” katanya.

Posbindu baru dikembangkan tahun 2006-2007. Meski demikian, pemerintah mengklaim program ini mampu menekan jumlah penderita penyakit tak menular, seperti meminimalkan jumlah penderita pradiabetes yang menjadi diabetes. (MZW)

 

EditorLusia Kus Anna
Terkini Lainnya
Panduan Memilih Sepeda Gunung
Panduan Memilih Sepeda Gunung
Feel Good
Goresan pada Kacamata Hitam? Tuntaskan dengan Campuran Ini
Goresan pada Kacamata Hitam? Tuntaskan dengan Campuran Ini
Look Good
Cara Efektif Atasi “Baby Blues”
Cara Efektif Atasi “Baby Blues”
Feel Good
Pengaruh Ibu Kurang Gizi pada Kesehatan Janin
Pengaruh Ibu Kurang Gizi pada Kesehatan Janin
Feel Good
Menikmati Hidup, Beginilah Gaya Obama Saat Jadi Turis
Menikmati Hidup, Beginilah Gaya Obama Saat Jadi Turis
Look Good
Agar Anak Tak Berpuasa Hanya demi Hadiah
Agar Anak Tak Berpuasa Hanya demi Hadiah
Feel Good
Mengajarkan Anak Puasa Pertama
Mengajarkan Anak Puasa Pertama
Feel Good
Ajarkan Kebaikan Ini Kepada Anak Selama Bulan Puasa
Ajarkan Kebaikan Ini Kepada Anak Selama Bulan Puasa
Feel Good
Rugi Kalau Anak Tak Punya Kesempatan Bermain di Luar…
Rugi Kalau Anak Tak Punya Kesempatan Bermain di Luar…
BrandzView
3 Tanda untuk Segera Cari Pekerjaan Baru
3 Tanda untuk Segera Cari Pekerjaan Baru
Feel Good
Pergeseran Waktu Kerja Sebabkan Pria Sulit Punya Anak
Pergeseran Waktu Kerja Sebabkan Pria Sulit Punya Anak
Feel Good
Yoghurt Dengan Aneka Rasa, Bagaimana Nilai Gizinya?
Yoghurt Dengan Aneka Rasa, Bagaimana Nilai Gizinya?
Eat Good
Apa yang Terjadi Kala Anda Berlaku Kasar pada Pramusaji di Restoran?
Apa yang Terjadi Kala Anda Berlaku Kasar pada Pramusaji di Restoran?
Feel Good
Terungkap, Rahasia Pria Supaya Tampak Lebih Seksi
Terungkap, Rahasia Pria Supaya Tampak Lebih Seksi
Feel Good
Fenomena Patah Hati Nasional karena Tunangan Raisa dan Hamish
Fenomena Patah Hati Nasional karena Tunangan Raisa dan Hamish
Feel Good
Close Ads X