Dokter Keluarga "Jemput Bola", Pasien Tak Perlu ke RS - Kompas.com

Dokter Keluarga "Jemput Bola", Pasien Tak Perlu ke RS

Indra Akuntono
Kompas.com - 04/04/2013, 17:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Program dokter keluarga diyakini mampu mengurangi jumlah kunjungan pasien di rumah sakit. Dengan program ini, warga yang sakit tak perlu berobat ke puskesmas atau rumah sakit karena cukup dilayani oleh dokter keluarga.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, dokter yang tergabung dalam program dokter keluarga akan melakukan "jemput bola" untuk melayani warga secara langsung. Dengan cara ini, jumlah warga yang masuk ke puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit secara bertahap akan berkurang dengan signifikan.

"Dokter keluarga ini di bawahnya puskesmas. Jadi nanti yang ke puskesmas atau rumah sakit akan 'dihambat' oleh dokter keluarga ini," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengklaim bahwa jumlah dokter di Jakarta lebih dari sekadar cukup untuk menopang program dokter keluarga. Dokter-dokter yang dilibatkan dilihat berdasarkan kompetensinya dan bukan berdasarkan dokter baru atau dokter berpengalaman.

"Enggak mesti dokter senior, dokter yunior kalau kompetensinya mencukupi ya bisa," ujarnya,

Program dokter keluarga dicanangkan untuk memperkuat pelayanan primer. Dokter keluarga bertugas mempromosikan pola hidup sehat, pencegahan dan pengendalian penyakit kronis, deteksi dini, dan pelaporan penyakit menular. Melalui program ini, angka orang sakit diharapkan dapat dikendalikan sehingga jumlah kunjungan ke rumah sakit jadi berkurang.

Dokter keluarga lebih banyak bertugas mencegah orang agar tidak sakit atau tidak sakit lebih parah. Penunjukan dokter keluarga ini akan ditentukan bersama antara Pemprov DKI dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan anggaran pada awal bulan untuk para dokter keluarga itu dengan sistem kapitasi. Ada atau tidak ada orang sakit, dana itu bisa dipakai dokter. Alokasi anggaran yang disediakan untuk dokter keluarga masih dalam penggodokan dengan perkiraan Rp 5.000, Rp 7.000, atau Rp 10.000 per orang per bulan.

Setiap dokter keluarga diharapkan mampu melayani kesehatan untuk 2.000 sampai 2.500 warga di tempat tugasnya dalam sebulan. Model pelayanan seperti ini diyakini menguntungkan pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan dokter. Pasien tidak perlu datang ke puskesmas karena sudah ada dokter keluarga di lingkungannya.

Sementara itu, dokter keluarga mendapat keuntungan jika warga yang menjadi tanggung jawabnya sehat. Hal itu dikarenakan sistem pembayaran dihitung berdasarkan jumlah warga yang sehat (kapitasi). Model pelayanan ini ditargetkan bisa diterapkan dalam waktu dekat. Untuk sementara, Pemprov DKI juga tidak akan memberikan syarat terlalu ketat bagi calon pasien.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIndra Akuntono
    EditorLaksono Hari W
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Mengapa Orangtua Perlu Bersyukur Punya Anak yang Tak Bisa Diam

    Mengapa Orangtua Perlu Bersyukur Punya Anak yang Tak Bisa Diam

    Feel Good
    Kecenderungan Psikopat pada Penyuka Kopi Pahit

    Kecenderungan Psikopat pada Penyuka Kopi Pahit

    Eat Good
    Pria Jakarta Lebih Pede Lakukan Perawatan Estetika

    Pria Jakarta Lebih Pede Lakukan Perawatan Estetika

    Look Good
    Ultherapy, Mengencangkan Kulit dengan Energi Suara

    Ultherapy, Mengencangkan Kulit dengan Energi Suara

    Look Good
    Profesi Dokter dan Tentara Tak Lagi Jadi Cita-cita Utama Remaja

    Profesi Dokter dan Tentara Tak Lagi Jadi Cita-cita Utama Remaja

    Feel Good
    Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

    Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

    Feel Good
    Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

    Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

    Feel Good
    Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

    Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

    Look Good
    Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

    Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

    Feel Good
    Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

    Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

    Look Good
    Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

    Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

    Look Good
    5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

    5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

    Feel Good
    Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

    Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

    Feel Good
    Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

    Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

    Look Good
    Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

    Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

    Look Good
    Close Ads X