Ketua IDI: Dokter Mogok, Pasien Siapa yang Tolong? - Kompas.com

Ketua IDI: Dokter Mogok, Pasien Siapa yang Tolong?

Unoviana Kartika
Kompas.com - 18/11/2013, 15:41 WIB
wikimediacommons Ilustrasi dokter

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin mengungkapkan ketidaksetujuannya atas rencana aksi mogok tiga hari yang dilakukan para dokter. Menurutnya, dokter adalah profesi mulia yang selalu dibutuhkan bantuannya.

"Kalau dokter mogok, siapa yang mau tolong pasien yang sakit. Keluarga dokter juga manusia, kalau sakit lantas apakah tidak ditolong? Bahkan kalau dokter tertabrak mobil lalu ke rumah sakit juga tidak ditolong?" kata Zaenal dalam acara diskusi PB IDI, Senin (18/11/2013), di Jakarta.

Zaenal menuturkan, aksi protes atas kriminalisasi dokter seharusnya dibuat lebih terukur dengan cara yang lebih mengedepankan etika profesi kedokteran. Aksi mogok bekerja tiga hari dipastikan akan mengganggu hak orang lain yang tidak bersalah untuk mendapatkan pelayanan.

Dengan beranalogi Zaenal menjelaskan, perang antara kedua pihak tidak seharusnya mengganggu masyarakat sipil yang tidak bersalah, hewan, tumbuhan, bahkan bangunan yang menjadi fasilitas umum. Begitu juga dokter yang dalam keadaan "perang" membela sejawatnya tidak seharusnya mengganggu hak masyarakat memperoleh pelayanan.

"Sebaliknya, kegiatan pembelaan itu harus dilakukan secara teratur dan berdampak positif, misalnya dengan doa bersama setiap pagi selama tiga hari. Itu lebih positif," cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, dokter spesialis kandungan di Sulawesi Utara dan Gorontalo mengancam mogok bekerja tiga hari di seluruh rumah sakit dua daerah menyusul penahanan atas dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani di Rutan Malendeng Manado.

Ayu ditahan atas tuduhan malapraktik atas meninggalnya pasien Julia Fransiska Makatey tahun 2010. Julia meninggal karena emboli pada paru-parunya, sesaat dokter melakukan tindakan bedah Caesar untuk membantunya melahirkan.

Selain Ayu, ada pula dokter Hendry Simanjuntak dan Hendy Siagian yang juga merupakan tim yang menangani Julia. IDI menilai tindakan yang dilakukan Ayu sebenarnya sudah sesuai dengan standard operational procedure (SOP) profesi kedokteran. Apalagi kondisi pasien saat ditangani merupakan sedang dalam kondisi darurat.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisUnoviana Kartika
EditorAsep Candra
Komentar
Terkini Lainnya
Terungkap, Rahasia Tampan Ryan Reynolds
Terungkap, Rahasia Tampan Ryan Reynolds
Look Good
Berapa Lama Kita Seharusnya Tahan dalam Bercinta?
Berapa Lama Kita Seharusnya Tahan dalam Bercinta?
Feel Good
Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?
Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?
Feel Good
Alasan Utama Anda Harus Mengurangi Gula
Alasan Utama Anda Harus Mengurangi Gula
Eat Good
Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil
Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil
Feel Good
Hati-hati Melakukan Tren Diet yang Marak di Sosial Media
Hati-hati Melakukan Tren Diet yang Marak di Sosial Media
Eat Good
Inilah Kunci untuk Berhenti Mengeluh
Inilah Kunci untuk Berhenti Mengeluh
Feel Good
Benarkah Pola Asuh 'Helicopter Parenting' Buruk untuk Anak?
Benarkah Pola Asuh "Helicopter Parenting" Buruk untuk Anak?
Feel Good
1 Syarat jika Ingin Bahagia saat Berhubungan Seks
1 Syarat jika Ingin Bahagia saat Berhubungan Seks
Feel Good
Sampai Usia Berapa Pria Masih Bisa Memiliki Bayi?
Sampai Usia Berapa Pria Masih Bisa Memiliki Bayi?
Feel Good
Inilah Alasan Anda Susah Dapat Kekasih Lewat Aplikasi Kencan
Inilah Alasan Anda Susah Dapat Kekasih Lewat Aplikasi Kencan
Feel Good
Ajang Fashion Kota Bekasi Kembali Digelar
Ajang Fashion Kota Bekasi Kembali Digelar
Look Good
Kapan “Sneakers” Mulai Tren di Indonesia?
Kapan “Sneakers” Mulai Tren di Indonesia?
Look Good
Ragu Ingin Pakai KB Spiral? Ketahui Dulu Fakta Ini
Ragu Ingin Pakai KB Spiral? Ketahui Dulu Fakta Ini
Feel Good
Inilah Penampakan “Sneakers” Rp 166 Juta
Inilah Penampakan “Sneakers” Rp 166 Juta
Look Good
Close Ads X