Mengapa Pasien Puas Berobat ke Penang? - Kompas.com

Mengapa Pasien Puas Berobat ke Penang?

Wardah Fajri
Kompas.com - 07/02/2014, 15:06 WIB
KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Pemandangan Pulau Penang, Malaysia, dari Kuil Kek Lok Si.
KOMPAS.com - Jarak dekat, pelayanan kesehatan yang lebih memuaskan, menjadi beberapa alasan mengapa 20 persen pasien di Penang, Malaysia juga Singapura berasal dari Medan, Sumatera Utara. Padahal, alat dan petugas medis berkualitas juga ada di daerah seperti Medan, meski jumlahnya belum merata.

Deasy Mochtar, Operations Manager salah satu rumah sakit internasional di Medan mengatakan pada umumnya pasien berobat ke luar negeri karena diagnosis lebih cepat. Selain pasien menganggap obat-obatan di luar negeri lebih murah.

Menurut radiografer, Justinus Tambunan, 20 persen pasien di Penang dan Singapura yang berasal dari Medan kebanyakan melakukan medical check up.

Sementara Ikatan Dokter Indonesia cabang Medan mengungkapkan, meski alat kesehatan belum merata di daerah, ketersediaan alat medis berteknologi canggih di daerah sebenarnya bisa meningkatkan pelayanan kesehatan.

Teguh Purwanto, Head of Imaging Systems Philips Healthcare mengatakan rumah sakit di daerah seperti Medan secara teknologi sama majunya dengan rumah sakit di luar negeri. Namun Teguh mengakui, jumlah alat medis berteknologi canggih memang masih kurang.

Menurutnya, yang juga penting diperhatikan adalah jika pun suatu daerah memiliki alat medis cangih namun apakah tenaga medis memiliki pengetahuan yang baik terkait dengan alat kesehatan tersebut.

Ketersediaan alat medis berteknologi canggih di rumah sakit dan petugas medis berpengetahuan luas terkait penggunaan erat kaitannya dengan kepuasan pasien. Selain baiknya komunikasi dokter atau tenaga medis lainnya dalam melayani kebutuhan pasien.

Diagnosis tepat, cepat, akurat yang menjadi alasan mengapa pasien Medan kerap berobat ke Penang, bisa didapatkan dari rumah sakit di daerah dan Indonesia pada umumnya, dengan tersedianya alat medis canggih ini.

Spesialis penyakit dalam, Sabar Petrus Sembiring mengatakan semakin canggih alat medis, pemeriksaan semakin pasti. Misalnya penggunaan CT-scan dan MRI. Kadang penggunaan CT-scan tidak memberikan hasil yang diinginkan. Namun dengan penggunaan MRI tercanggih, pemeriksaan lebih maksimal dan dokter akan lebih mudah dan cepat mendiagnisa lalu melakukan terapi dan tindakan dengan cepat.

Meski begitu, kepuasan pasien bukan hanya diagnosis cepat. Bagaimana tenaga medis berkomunikasi dengan pasien juga menjadi kebutuhan. Ketika pasien tidak mendapatkannya di Indonesia, mereka pun beralih ke rumah sakit di luar negeri yang memiliki tenaga ahli dengan kemampuan medis dan komunikasi baik.

"Kebanyakan dokter one man show. Namun di Medan ini dokter terbuka, tidak ada one man show. Kesadaran dokter yang melihat pasien pulang dari rumah sakit dan kembali dengan keluhan yang sama membuat dokter lebih terbuka untuk memenuhi kebutuhan pasien," ungkap Sabar di sela kegiatan kunjungan Philips Healthcare ke Rumah Sakit Columbia Asia - Medan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya keterbukaan dokter terhadap pasien mendukung ketersediaan alat medis canggih di rumah sakit. Apalagi kesadaran masyarakat, dalam hal ini di Medan, juga tinggi terhadap penggunaan alat medis canggih.

"Alat canggih semakin memudahkan dokter mendapatkan diagnosis yang sulit. Saat bisa menentukan diagnosis tepat, tindakan cepat, pasien puas,"terangnya.

Hubungan yang saling terkait antara alat medis canggih, kemampuan tenaga medis dalam menggunakan alat kesehatan berteknologi tinggi, serta komunikasi baik dokter-pasien menentukan pilihan apa yang akan dibuat pasien, apakah berobat di dalam atau luar negeri.

"Pasien Indonesia menghidupkan alat medis canggih di luar negeri. Kalau ketersediaan alat ada di Indonesia, komunikasi dokter baik, pasien juga tidak memilih ke luar negeri," ungkap Sabar.

Ia melanjutkan, semakin banyak pasien memeriksakan kesehatan di rumah sakit dalam negeri, maka penggunaan alat medis canggih pun bisa jadi tidak membebankan biaya tinggi kepada pasien.


PenulisWardah Fajri
EditorWardah Fajri
Komentar

Terkini Lainnya

Ini Trik Murah Ala Ratu Elizabeth Atasi 'Jet Lag'

Ini Trik Murah Ala Ratu Elizabeth Atasi "Jet Lag"

Eat Good
Bagaimana Jika Putri-putri Disney Tak Lagi Langsing?

Bagaimana Jika Putri-putri Disney Tak Lagi Langsing?

Look Good
Pahami, Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Pahami, Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Feel Good
Bau Mulut Tak Diatasi? Ini Akibatnya...

Bau Mulut Tak Diatasi? Ini Akibatnya...

Feel Good
Inikah Kota-kota di AS dengan Populasi 'Tukang Selingkuh' Terbesar?

Inikah Kota-kota di AS dengan Populasi "Tukang Selingkuh" Terbesar?

Feel Good
Cuma Perlu 3 Alasan Ini untuk Kembali ke Pelukan 'Mantan'

Cuma Perlu 3 Alasan Ini untuk Kembali ke Pelukan "Mantan"

Feel Good
Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Feel Good
Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Eat Good
IYC 2017, Kolaborasi Orang Muda untuk Masa Depan

IYC 2017, Kolaborasi Orang Muda untuk Masa Depan

Feel Good
Glenn Fredly Sempat Galau dengan Masa Depan Bermusiknya

Glenn Fredly Sempat Galau dengan Masa Depan Bermusiknya

Feel Good
7 Cara agar Malam Ini Bisa Tidur Lebih Cepat

7 Cara agar Malam Ini Bisa Tidur Lebih Cepat

Feel Good
Tiru Gaya Zendaya Tampil Keren Memakai 'Coat'

Tiru Gaya Zendaya Tampil Keren Memakai "Coat"

Look Good
Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah

Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah

Eat Good
Selalu Cuci Muka dengan Sabun Khusus

Selalu Cuci Muka dengan Sabun Khusus

Look Good
Agar Tak 'Kebobolan' Setelah Melahirkan

Agar Tak "Kebobolan" Setelah Melahirkan

Feel Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM