Terapi untuk Anak Korban Kekerasan Seksual - Kompas.com

Terapi untuk Anak Korban Kekerasan Seksual

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 16/04/2014, 19:03 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Segala bentuk kekerasan berakibat buruk, baik fisik maupun psikis. Bahkan, jika tidak segera ditangani, perkembangan dan pertumbuhan anak akan terganggu.

Kekerasan seksual yang dialami anak-anak tidak selalu menimbulkan dampak langsung. Hal ini karena pemahaman seorang anak pada peristiwa yang dialaminya berbeda-beda. Pada anak usia remaja, mereka langsung mengerti peristiwa kekerasan seksual akan merusak hidupnya sehingga reaksi mereka akan langsung terlihat.

Menurut psikiatri anak dr.Tjhin Wiguna Sp.A, meski tidak langsung terlihat dampaknya, tapi anak membutuhkan pendampingan dan harus terus dipantau kondisinya.

"Dokter atau psikiater akan melakukan assesment, apakah ada masalah emosi atau perilaku pasca peristiwa tersebut. Kalau belum ada, tetap dipantau karena mereka beresiko tinggi mengalami gangguan perilaku," katanya ketika dihubungi KompasHealth (16/4/14).

Anak-anak adalah korban yang harus mendapat perhatian dan dukungan dari orang di sekitarnya agar luka fisik serta trauma psikisnya bisa disembuhkan.

Terapi untuk anak yang menjadi korban, jelas Tjhin, bermacam-macam. Untuk anak yang masih kecil biasanya dilakukan terapi bermain. "Misalnya anak diajak menggambar untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya," katanya.

Selain itu bisa juga dilakukan terapi kognitif dan berbagai terapi lain sesuai kondisi anak. "Tujuan awalnya adalah menjalin emosi dengan anak sehingga anak tetap bisa mengekspresikan perasaannya meski tidak selalu lewat kata-kata," ujarnya.

Orangtua bisa mencari bantuan untuk terapi anak ke psikolog atau psikiater untuk memulihkan luka batin anak. Di RSCM Jakarta antara lain juga terdapat klinik pemulihan stres pasca trauma, poliklinik jiwa anak dan remaja, atau pusat krisis terpadu yang terdapat di RS Polri Jakarta dan juga RSCM.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Terkini Lainnya
Bijaksanalah Gunakan Media Sosial, Manajer HRD Mengawasi Anda
Bijaksanalah Gunakan Media Sosial, Manajer HRD Mengawasi Anda
Feel Good
Bingung Memilih Kontrasepsi? Bicarakan di Website Ini
Bingung Memilih Kontrasepsi? Bicarakan di Website Ini
Feel Good
Ayah, Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Anak
Ayah, Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Anak
Feel Good
Pentingnya Terbuka Masalah Keuangan Sebelum Menikah
Pentingnya Terbuka Masalah Keuangan Sebelum Menikah
Feel Good
Bisakah Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa?
Bisakah Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa?
Feel Good
Mengapa Kita dengan Mudah Menjadi Gemuk Lagi?
Mengapa Kita dengan Mudah Menjadi Gemuk Lagi?
Look Good
Tahan Komentar Buruk Anda pada Kemampuan Bermusik Anak
Tahan Komentar Buruk Anda pada Kemampuan Bermusik Anak
Feel Good
Ada di Manakah Pria Paling Tampan di Amerika Serikat?
Ada di Manakah Pria Paling Tampan di Amerika Serikat?
Look Good
Minuman untuk Pulihkan Energi Setelah Marathon
Minuman untuk Pulihkan Energi Setelah Marathon
Eat Good
Perempuan Lupa Jaga Makan dan Olahraga, Ini Bahaya Besar!
Perempuan Lupa Jaga Makan dan Olahraga, Ini Bahaya Besar!
BrandzView
Mengarahkan Anak yang Berbakat Modelling
Mengarahkan Anak yang Berbakat Modelling
Look Good
Standar Tampan Baru di 2017, Wajah Kotor dan Berminyak
Standar Tampan Baru di 2017, Wajah Kotor dan Berminyak
Look Good
Adidas Serius Ciptakan 'Sneakers' dari Limbah Laut
Adidas Serius Ciptakan "Sneakers" dari Limbah Laut
Look Good
Obesitas Lebih Membahayakan Dibanding Rokok
Obesitas Lebih Membahayakan Dibanding Rokok
Feel Good
Takaran Aman Konsumsi Kafein
Takaran Aman Konsumsi Kafein
Eat Good
Close Ads X