Trik Mengatasi Pasangan yang Hobi Marah-marah - Kompas.com

Trik Mengatasi Pasangan yang Hobi Marah-marah

Christina Andhika Setyanti
Kompas.com - 22/06/2014, 15:19 WIB
shutterstock ilustrasi

KOMPAS.com — Memiliki pasangan yang temperamental dan pemarah bukanlah situasi yang mudah. Terutama saat Anda sudah kehabisan akal bagaimana cara mengontrol emosinya yang sering kali turut menyulut emosi Anda. 

Sebagai pasangan yang baik, Anda tentu ingin membantu meredakan amarah si dia. Sebab, hubungan yang sarat dengan luapan emosi negatif bisa membahayakan jiwa masing-masing pasangan. Supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut panduan untuk menghadapi pasangan yang hobi marah-marah.

1. Bicara perlahan bukan berteriak
Kebanyakan orang saling diam ketika sedang marah. Tujuannya untuk mendinginkan emosi yang sebelumnya memuncak dan “panas”. Namun, benarkah diam bisa menyelesaikan masalah? tentu tidak.

Cara terbaik menghadapi pasangan yang tempramental adalah mengajaknya bicara dari hati ke hati. Namun, pastikan Anda melakukannya seusai emosi si dia menurun dan reda.

Atur intonasi suara Anda agar lebih halus dan lembut. Utarakan rasa peduli, perhatian, dan solusi atas persoalan yang membuat dirinya berapi-api. Melihat Anda yang tulus peduli pada masalahnya, lambat laun akan mencairkan amarahnya untuk berkomunikasi secara baik-baik pada Anda.


2. Jangan berdebat
Saat sedang marah, lumrah saja kalau si dia tak ingin mendengarkan saran orang lain termasuk Anda. Ketika si dia membantah dan tak mau mendengarkan ucapan Anda, janganlah memperuncing argumentasi dengan mendesaknya atau memaksanya menceritakan masalah yang tengah dihadapi. Dalam situasi yang seperti ini, singkirkan ego Anda, dan fokus untuk menenangkan emosi si dia.


3. Mundur sejenak
Ingatlah, tidak ada kalah atau menang di antara pasangan. Salah satu tip sukses untuk menjaga kelanggengan hubungan adalah tahu di mana saatnya Anda harus mundur atau mengalah sejenak. Ketika amarahnya kelewat batas, cobalah untuk mundur sejenak. Beri dia ruang dan waktu untuk memikirkan solusi dari permasalahan yang dihadapi.

Mundur atau mengalah bukan berarti Anda tak perhatian, tapi ini adalah langkah efektif untuk sama-sama mencari jalan keluar dengan cara masing-masing.

4. Dengarkan dia
Sama seperti perempuan terkadang pria juga butuh teman curhat. Inilah saat-saat di mana Anda harus meluangkan waktu untuk mendengar ceritanya. Meskipun sadar si dia yang salah, tahan diri untuk mengguruinya, apalagi memojokkannya. Dengarkan keseluruhan cerita dan bantulah dirinya untuk menemukan solusi terbaik.

5. Minta maaf
Jika ternyata Andalah penyebab dari kemarahannya, jangan ragu untuk minta maaf duluan. Jangan gengsi!

Setelah amarahnya reda, katakan padanya bahwa cara si dia bereaksi terhadap kesalahan Anda itu sangat menyakiti hati. Dengan demikian, si dia juga bisa introspeksi diri, untuk bisa bersabar dan menghadapi segala sesuatunya dengan tenang.

PenulisChristina Andhika Setyanti
EditorSyafrina Syaaf
SumberBoldsky
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM