Kelompok 3M Beresiko Tinggi Terinfeksi HIV - Kompas.com

Kelompok 3M Beresiko Tinggi Terinfeksi HIV

Dian Maharani
Kompas.com - 02/12/2015, 07:00 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu fokus penanggulangan HIV/AIDS adalah pada kelompok 3M alias Man, Mobile with Money. Kelompok 3M identik dengan pria yang sering berpergian keluar rumah atau memiliki pekerjaan jauh dari keluarga, seperti bekerja di pelabuhan, perkebunan, dan pertambangan.

Direktur Eksekutif Indonesian Business Coalition Aids (IBCA) Ramdani Sirait mengatakan, kelompok 3 M berisiko tinggi terinfeksi HIV jika membeli seks atau bergonta-ganti pasangan seks, kemudian melakukan seks tidak aman atau tanpa menggunakan kondom, menggunakan narkoba suntik bergantian, hingga melakukan seks sesama lelaki.

"Data Kementerian Kesehatan menyebutkan ada 6,7 pria membeli seks. Ini kondisi yang mempercepat penularan," kata Ramdani dalam peluncuran buku "Jangan Bawa Pulang HIV" di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Yang mengkhawatirkan, para pekerja berisiko itu tidak menyadari ketika sudah terinfeksi HIV. Mereka kemudian bisa menularkan virus kepada istri di rumah ketika melakukan hubungan seksual.

Jika istri hamil dan positif HIV, maka bisa menularkan ke bayi yang dikandungnya. Fakta menunjukkan, ibu rumah tangga merupakan kelompok tertinggi yang terinfeksi HIV.

Untuk itu, menurut Ramdani, edukasi HIV kepada para pekerja, khususnya mereka yang masuk kelompok 3 M sangat penting untuk memutus rantai penularan HIV.

"Edukasi HIV diberikan oleh ICBA mulai dari top manajemen perusahaan, HRD, dan karyawan. Tujuannya untuk mencegah penularan HIV, menjadikan tenaga kerja cerdas HIV," kata Ramdani.

Edukasi tak hanya dari sisi pencegahan, tetapi juga penanggulangannya jika ada pekerja yang positif HIV. Perusahaan dan lingkungan kerja didorong untuk menghapuskan stigma dan juga diskriminasi kepada para pekerja positif HIV.

Tahun ini, Kementerian Perhubungan ditunjuk sebagai Ketua Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia (HAS). Sektor transportasi menjadi perhatian utama HAS 2015 karena menjadi salah satu sektor yang berisiko tinggi terjadinya penularan HIV.

PenulisDian Maharani
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Motif Bunga-Bunga Ala Conor McGregor

Motif Bunga-Bunga Ala Conor McGregor

Look Good
Tips Membuat Thai Tea ala Chef Yuda Bustara

Tips Membuat Thai Tea ala Chef Yuda Bustara

Eat Good
Mengintip Kegiatan Harian Bill Gates

Mengintip Kegiatan Harian Bill Gates

Feel Good
Diet Garam Itu Biasa, Sudah Coba Diet Gula?

Diet Garam Itu Biasa, Sudah Coba Diet Gula?

Eat Good
Mengapa Pria Melirik Wanita Lain Meski Sudah Punya Pasangan?

Mengapa Pria Melirik Wanita Lain Meski Sudah Punya Pasangan?

Feel Good
Magnet Pria yang Humoris

Magnet Pria yang Humoris

Look Good
Risiko Luka Saat Merapikan Rambut di Area Genital

Risiko Luka Saat Merapikan Rambut di Area Genital

Feel Good
Kebiasaan yang Bikin Kita Sulit Berpisah dengan Gawai

Kebiasaan yang Bikin Kita Sulit Berpisah dengan Gawai

Feel Good
Pria Makin Jago Masak Berkat Gawai

Pria Makin Jago Masak Berkat Gawai

Feel Good
Apakah Seks Mempengaruhi Stamina Sebelum Berlomba?

Apakah Seks Mempengaruhi Stamina Sebelum Berlomba?

Feel Good
Penulis Bisa Langsung Ketemu Penerbit Buku di Acara Ini

Penulis Bisa Langsung Ketemu Penerbit Buku di Acara Ini

Feel Good
Catatan dari Marathon Beregu Asics Relay

Catatan dari Marathon Beregu Asics Relay

Feel Good
Layanan Kecantikan dan Kebugaran Jadi Unggulan Thailand

Layanan Kecantikan dan Kebugaran Jadi Unggulan Thailand

Feel Good
Yang Harus Diperhatikan Sebelum Olahraga di Gym

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Olahraga di Gym

Feel Good
Kesalahan Saat Sikat Gigi yang Bikin Plak Muncul

Kesalahan Saat Sikat Gigi yang Bikin Plak Muncul

Look Good