Konseling Psikologi Pasca Melahirkan Cegah Depresi - Kompas.com

Konseling Psikologi Pasca Melahirkan Cegah Depresi

Kompas.com - 28/01/2016, 17:15 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, US Preventive Services Task Force membuat rekomendasi terbaru, bahwa wanita hamil dan para ibu baru setidaknya melakukan screening depresi dan melakukan konseling dengan psikolog demi menghindari terjadinya depresi setelah memiliki anak.

Menurut Dr Michael P. Pignone, profesor kedokteran di University of North Carolina School of Medicine dan salah satu penulis dari rekomendasi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, dokter yang dibutuhkan dalam konseling tidak hanya psikolog keluarga tetapi juga ginekolog.

Ginekolog sebaiknya melakukan screening depresi pada wanita hamil yang sudah mendekati kelahiran untuk menentukan apakah perlu untuk bertemu dengan psikolog kelurga.

"Rekomendasi ini mengambil sesuatu yang baik dan menjadikannya lebih baik," kata Dr Michael E. thase, profesor psikiatri di University of Pennsylvania.

"Sudah banyak penanganan kasus depresi pada kehamilan dan pada periode postpartum, konseling dan psikoterapi bisa menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang obat antidepresi.”

Diperkirakan 7% dari orang dewasa di Amerika Serikat menderita depresi setiap tahun. Sebagai catatan, depresi merupakan salah satu penyebab kecacatan pada orang dewasa di negara-negara berpenghasilan tinggi, meningkatkan risiko kematian dan menurunkan kualitas hidup bagi pasien maupun anggota keluarga mereka.

Ellen L. Poleshuck, profesor psikiatri kebidanan dan ginekologi di University of Rochester Medical Center menambahkan, "Salah satu hal yang saya pikir menarik tentang rekomendasi baru ini adalah keputusan untuk meminta wanita hamil dan setelah melahirkan melakukan konseling psikologi. Karena kita tahu bahwa depresi yang tidak diobati dapat memengaruhi bayi serta ibu."

Penelitian telah menghubungkan depresi selama kehamilan dan setelah melahirkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, masalah mood dan keterlambatan perkembangan pada bayi, serta komplikasi lain.

Rekomendasi ini memberikan nasihat tentang pengobatan depresi pada wanita. Karena masih ada pertanyaan seputar keamanan obat antidepresan untuk janin dan bayi yang menyusui.

Peneliti merekomendasikan bahwa dokter sebaiknya mengobati wanita dengan terapi terlebih dahulu sebelum menutuskan memberikan obat antidepresi, seperti terapi perilaku kognitif.

American Congress of Obstetricians and Gynecologists dan American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan screening depresi bagi wanita selama periode prenatal.

 


EditorBestari Kumala Dewi
SumberCNN
Komentar
Close Ads X