Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? - Kompas.com

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa?

Kompas.com - 14/06/2016, 07:19 WIB
Shutterstock /Ilustrasi

KOMPAS.com - Para ilmuwan tadinya mengira otak berhenti berkembang setelah tahun-tahun awal kehidupan manusia. Namun, studi terbaru membuktikan otak bisa membentuk jalur-jalur saraf baru dan menciptakan neuron di usia dewasa.

Melakukan olah fisik 30 menit setiap hari atau meditasi mampu merangsang produksi sinaps (sambungan antar sel otak), mengonsumsi makanan mengandung antioksidan juga membantu perkembangan otak.

Selain hal-hal itu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merangsang pembentukan jalur saraf baru di otak.

1. Berpuasa
Membatasi asupan kalori atau berpuasa terbukti meningkatkan pembentukan jalur sel otak baru (plastisitas sinap), merangsang pertumbuhan sel otak, serta mengurangi risiko penyakit penurunan saraf akibat penuaan.

Selama berpuasa, sistem metabolisme tubuh akan menurunkan kadar hormon leptin sehingga otak menerima sinyal agar neuron menghasilkan energi lebih banyak.

2. Bepergian
Melancong juga bermanfaat merangsang terjadinya pembentukan sel otak karena otak kita terpapar sesuatu yang baru dan lingkungan yang kompleks. Situasi yang baru dan juga menantang membuat otak merangsang dendrit (cabang kecil pada ujung neuron). Bepergian ke negera atau kota yang belum pernah kita kunjungi bisa memberi rangsangan tersebut pada otak.

3. Belajar musik
Hasil pemindaian otak pemusik menunjukkan hubungan yang kuat antara bagian otak. Para ahli saraf menjelaskan, memainkan instrumen sebenarnya adalah pengalaman multi-sensori. Hubungan antara melakukan gerakan motorik dengan suara spesifik, serta pola visual, menghasilkan pembentukan jaringan saraf baru.

4. Menggunakan tangan non-dominan
Menggunakan tangan non-dominan, misalnya jika Anda terbiasa memakai tangan kanan, sekarang gunakan tangan kiri, untuk melakukan beberapa hal semisal mengetik di ponsel, menyikat gigi, atau mengaduk kopi, juga membantu membentuk jalur saraf baru.

5. Membaca fiksi
Membaca, terutama novel fiksi, bisa meningkatkan aktivitas otak di bagian yang mengontrol sensasi fisik dan sistem gerakan.

6. Mempelajari kata baru
Belajar kata-kata baru ternyata bisa mengaktifkan bagian visual otak dan proses auditori (melihat dan mendengar kata), serta proses memori. Belajarlah satu kata baru setiap hari untuk memperkaya kosa kata dan memberi latihan pada otak.

7. Seni dan kerajinan
Mengerjakan kerajinan tangan, melukis, menggambar, atau membuat karya seni lainnya, memerlukan kombinasi dari motorik dan proses kognitif. Lebih dari sekdar hobi dan mengisi waktu luang, aktivitas itu bermanfaat positif pada sambungan-sambungan otak.

EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM