7 Penyebab Timbulnya Jerawat di Usia Dewasa - Kompas.com

7 Penyebab Timbulnya Jerawat di Usia Dewasa

Lily Turangan
Kompas.com - 23/06/2016, 09:11 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com - Kebanyakan orang harus menunggu sampai usia lebih dari 20-an sebelum akhirnya memiliki kulit yang bebas taburan jerawat. Bebas? Tidak juga. Banyak orang dewasa yang tetap memiliki wajah berjerawat.

"Jerawat di masa dewasa adalah hal yang umum," kata dokter kulit Neal Schultz, M.D., pencipta Beauty Rx Skincare. Bahkan, jerawat bia muncul ketika kitamasuk ke usia 50-an, menjelang menopause."

Jika wajah Anda banyak berjerawat di masa remaja, kemungkinan Anda punya kulit berminyak yang rentan terhadap jerawat. Tetapi bahkan jika Anda tidak memiliki wajah berminyak, masih mungkin Anda akan berakhir dengan wajah berjerawat di masa dewasa. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya.

 

1. Masalah hormon
"Fluktuasi hormon, seperti saat PMS, adalah penyebab utama (munculnya jerawat)," jelas dokter kulit Julia Tzu, M.D., dari Wall Street Dermatology.

Penyebab khususnya adalah lonjakan hormon androgen (hormon pria) seperti testosteron. Hormon pria ini bisa memicu timbulnya jerawat batu di sekitar dagu, leher, dan punggung, jelas dokter kulit Rebecca Kazin, M.D., F.A.A.D., dari Washington Institute of Surgery Dermatologic Laser dan Johns Hopkins Departemen Dermatology.

 

2. Stres
Sumber lain dari perubahan hormonal adalah stres. Apakah Anda seorang bekerja kantoran, seorang ibu penuh waktu, atau bahkan keduanya, hidup ini selalu meawarkan stres dalam berbagai level.

"Ketika stres, kelenjar adrenal akan memroduksi hormon stres kortisol, dan menempatkannya keluar dari dalam tubuh untuk membantu tubuh mengatasi stres," jelas Dr. Schultz.

Wanita, juga memiliki sedikit hormon pria di dalam tubuhnya dan ini menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak, sehingga lebih rentan berjerawat.

 

3. Polusi
"Polusi udara hanya akan menambah parah jerawat Anda," kata Schultz. Terutama jika Anda tinggal di kota besar.

Tapi, ini bukan berarti Anda harus mengurung diri di rumah. Setelah Anda beraktivitas di luar dan pulang ke rumah, bersihkan wajah dengan susu pembersih dan toner. Lihatlah hasilnya di kapas, mungkin Anda tidak akan menyukai apa yang Anda lihat.

 

4. Anda mungkin menggunakan produk yang salah
Jika Anda memiliki kulit berminyak atau kombinasi dan rentan terhadap jerawat, Anda harus menggunakan produk perawatan kulit berlabel "bebas minyak," "non-comedogenic," atau " berbasis air," kata Schultz.

Salah memilih produk, misalnya Anda memilih produk yang berbasis minyak, maka itu akan menyumbat pori-pori dan membuat masalah jerawat menjadi lebih buruk.

 

5. Membersihkan wajah terlalu sering dan intens
"Terlalu sering mencuci wajah Anda dapat membuat jerawat lebih parah," ujar Kazin. Dua kali sehari, itulah jumlah maksimal Anda boleh mencuci wajah. Lebih dari itu, akan menyebabkan kulit kering dan tubuh akan memroduksi minyak sebagai konsekuensinya.

 

6. Makanan tertentu
Kita semua pernah mendengar ada makanan yang diduga menyebabkan jerawat seperti cokelat, gorengan, pizza, kafein, kacang. Tapi Schultz mengingatkan kita bahwa menurut penelitian, makanan-makanan itu tidak menyebabkan jerawat pada sebagian besar orang.

Tapi, selalu ada pengecualian pada orang-orang tertentu yang sensitif. Jika Anda termasuk salah satu di antaranya, maka Anda harus menghindari makanan yang memicu jerawat itu.

Satu zat makanan yang menurut Schultz bisa menyebabkan jerawat pada semua orang adalah yodium, jika Anda mengonsumsinya berlebihan. Anda dapat menemukannya di kerang, seperti lobster, udang, kepiting, dan beberapa sayuran seperti rumput laut dan bayam.

 

7. Makanan manis
Makanan manis dapat memicu insulin dalam tubuh. Banyak bukti menunjukkan bahwa insulin dapat meningkatkan hormon-hormon laki-laki yang memicu produksi minyak, kata Schultz.

Pilihlah makanan berindeks glikemik rendah yang memiliki karbohidrat kompleks seperti biji-bijian. BIji-bijian lebih lambat diproses di dalam tubuh dan tidak menyebabkan insulin melonjak drastis.

PenulisLily Turangan
EditorBestari Kumala Dewi
SumberSELF,
Komentar
Close Ads X