Emosi Negatif yang Menumpuk Meracuni Jiwa - Kompas.com

Emosi Negatif yang Menumpuk Meracuni Jiwa

Dian Maharani
Kompas.com - 04/11/2016, 12:10 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com -Rasa marah, takut, curiga, dan benci, memang bentuk emosi yang bisa kita alami sehari-hari. Namun, waspadalah jika emosi negatif itu mendominasi perasaan kita karena bisa menandakan adanya racun dalam jiwa.

Ada banyak faktor yang bisa memicu emosi negatif. Ketua Program Studi S1 Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya, Dr. Yohana Ratrin Hestyanti, Psi, mengungkapkan, pemicu pertama bisa berasal dari tempat tinggal kita.

Misalnya, pola asuh orangtua yang selalu menyalahkan dan membuat anak merasa tidak berharga. Contoh sederhana, anak selalu dibilang bodoh karena nilai sekolahnya buruk. Pandangan orangtua kepada anak yang selalu negatif, bisa memengaruhi mental anak.

"Pengembangan otak justru terjadi saat kecil. Kalau terjadi secara terus-menerus, informasi yang baik atau buruk itu akan terserap," kata Yohana dalam seminar Mental Detoxification di Universitas Atma Jaya.

Faktor lainnya, yaitu kehidupan norma sosial, budaya dan faktor lingkungan. Yohana mengatakan, terkadang banyak sekali tuntutan masyarakat terhadap kehidupan pribadi kita, seperti memandang keberhasilan semata berdasarkan materi, hingga status pernikahan.

"Banyak sekali tuntutan masyarakat yang membuat kita jadi cemas, was-was berpikir tentang itu, membuat pikiran kita jadi racun," ujar Yohana.

Kemudian, pengalaman traumatis, misalnya pernah menjadi korban kekerasan seksual, menjadi korban perundungan, bahkan perceraian orangtua juga bisa memicu terbentuknya racun dalam mental.

"Perceraian orangtua itu juga bisa jadi racun dalam mental kita. Pengalaman kalau terjadi sekali, tapi membekas," jelas Yohana.

Di era digital ini, bertambah lagi faktor yang dapat meracuni mental, yaitu penggunaan media sosial yang tidak bijaksana. Yohana mengatakan, banjirnya informasi negatif bisa menyulut emosi negatif seseorang, misalnya iri dengan kesuksesan orang lain atau tersulut emosi membaca berita yang belum tentu benar. Hal-hal itu akhirnya bertumpuk menjadi racun bagi mental.

Menurut Yohana, berbagai hal yang dapat meracuni mental tersebut harus dihindari dan diatasi. Jangan sampai pola pikir selalu negatif sehingga menurunkan kualitas mental, menjadi stres, dan akhirnya juga menurunkan kualitas hidup.

Berkumpulah dengan orang-orang yang pola pikirnya positif dan memiliki kegiatan positif. Jika sulit mengatasi suatu masalah sendirian, jangan ragu untuk meminta bantuan teman dekat hingga psikolog.

PenulisDian Maharani
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X