Gangguan Cemas Tak Cuma Bisa Diatasi dengan Obat - Kompas.com

Gangguan Cemas Tak Cuma Bisa Diatasi dengan Obat

dr Andri, SpKJ, FAPM
Kompas.com - 30/11/2016, 14:00 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

Selama kurang lebih delapan tahun ini berkecimpung di bidang psikiatri dan banyak berhubungan dengan pasien yang mengalami gangguan kecemasan, saya melihat banyak pasien yang berpikir bisa sembuh dari gangguan cemas hanya dengan menggunakan obat.

Padahal, sebenarnya masalah gangguan cemas adalah masalah yang penyebabnya multifaktorial sehingga penyembuhannya pun melibatkan banyak faktor.

Saya akan mencoba membahas beberapa peranan faktor lain selain obat yang mempunyai kontribusi terhadap perbaikan gejala gangguan cemas.

- Kepribadian
Kita memahami bersama bahwa masalah kejiwaan tidak luput dari kepribadian orang tersebut. Masalah gangguan kejiwaan, terutama cemas, dikaitkan dengan kepribadian perfeksionis atau dalam bahasa kedokteran jiwa disebut anankastik.

Orang yang mengalami gejala kecemasan biasanya memliki kepribadian pencemas, suka dengan keteraturan, mau semua sesuai dengan kehendak dirinya dan tidak sabaran. Jika kepribadian ini tidak diadaptasi dengan baik, maka orang yang mempunyai kepribadian seperti ini akan cenderung lebih sering cemas dan akhirnya menimbulkan masalah gangguan kecemasan.

Untuk bisa sembuh dengan baik, selain diobati dengan obat, pasien juga perlu mengubah kepribadiannya agar bisa lebih relaks dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini akan mengurangi kecemasan pasien.

- Gaya hidup sehat
Banyak pasien yang saya temui pada saat awal mengalami gangguan panik sering kali menjadi ketakutan akan kesehatan tubuhnya. Banyak di antaranya menjadi berhenti merokok dan diet ketat berbagai larangan sampai akhirnya kurus.

Sayangnya, ketika kondisinya membaik pasien kemudian kembali ke gaya hidup tidak sehat seperti merokok, makan sembarangan dan kembali tidur tidak sesuai jam tidur yang disarankan. Inilah yang akhirnya akan menjadi pemicu kembali timbulnya gangguan cemas, walaupun mungkin sudah sembuh awalnya.

- Pemakaian narkoba
Riwayat pemakaian narkoba di masa sebelum mengalami gangguan kecemasan bisa menjadi penghambat kesembuhan. Beberapa pasien dengan latar belakang penggunaan narkotika sebelumnya, apalagi golongan stimulan seperti sabu dan ekstasi lebih sulit untuk sembuh karena memang pengaruhnya terhadap serotonin.

Serotonin sering mengalami masalah jika pasien pernah mempunyai riwayat penggunaan narkotika jenis stimulan dan ini berpengaruh terhadap penyembuhan. Beberapa hal tersebut di atas mempunyai kontribusi terhadap terjadinya gangguan kecemasan dan keberulangannya kembali.

Obat yang digunakan akan memperbaiki gejala gangguan cemas dan membuatnya lebih seimbang. Namun demikian, jangan lupakan untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan juga melakukan perubahan perilaku dan kognitif (daya pikir). Itulah mengapa konseling dan psikoterapi juga mempunyai peran dalam perbaikan gejala gangguan cemas selain daripada obat-obatan.

Semoga informasi singkat ini bermanfaat.

Salam Sehat Jiwa

Penulisdr Andri, SpKJ, FAPM
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Terkini Lainnya
Terungkap, Rahasia Tampan Ryan Reynolds
Terungkap, Rahasia Tampan Ryan Reynolds
Look Good
Berapa Lama Kita Seharusnya Tahan dalam Bercinta?
Berapa Lama Kita Seharusnya Tahan dalam Bercinta?
Feel Good
Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?
Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?
Feel Good
Alasan Utama Anda Harus Mengurangi Gula
Alasan Utama Anda Harus Mengurangi Gula
Eat Good
Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil
Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil
Feel Good
Hati-hati Melakukan Tren Diet yang Marak di Sosial Media
Hati-hati Melakukan Tren Diet yang Marak di Sosial Media
Eat Good
Inilah Kunci untuk Berhenti Mengeluh
Inilah Kunci untuk Berhenti Mengeluh
Feel Good
Benarkah Pola Asuh 'Helicopter Parenting' Buruk untuk Anak?
Benarkah Pola Asuh "Helicopter Parenting" Buruk untuk Anak?
Feel Good
1 Syarat jika Ingin Bahagia saat Berhubungan Seks
1 Syarat jika Ingin Bahagia saat Berhubungan Seks
Feel Good
Sampai Usia Berapa Pria Masih Bisa Memiliki Bayi?
Sampai Usia Berapa Pria Masih Bisa Memiliki Bayi?
Feel Good
Inilah Alasan Anda Susah Dapat Kekasih Lewat Aplikasi Kencan
Inilah Alasan Anda Susah Dapat Kekasih Lewat Aplikasi Kencan
Feel Good
Ajang Fashion Kota Bekasi Kembali Digelar
Ajang Fashion Kota Bekasi Kembali Digelar
Look Good
Kapan “Sneakers” Mulai Tren di Indonesia?
Kapan “Sneakers” Mulai Tren di Indonesia?
Look Good
Ragu Ingin Pakai KB Spiral? Ketahui Dulu Fakta Ini
Ragu Ingin Pakai KB Spiral? Ketahui Dulu Fakta Ini
Feel Good
Inilah Penampakan “Sneakers” Rp 166 Juta
Inilah Penampakan “Sneakers” Rp 166 Juta
Look Good
Close Ads X