Anak-anak Juga Bisa Terkena Kolesterol Tinggi - Kompas.com

Anak-anak Juga Bisa Terkena Kolesterol Tinggi

Dian Maharani
Kompas.com - 18/01/2017, 19:07 WIB
Alfie, seorang anak laki-laki di Inggris yang diketahui memiliki kadar kolesterol tinggi pada usia 5 tahun.

KOMPAS.com - Orangtua mungkin tak pernah terpikir untuk memeriksa kadar Kolesterol pada anak. Masak sih anak-anak bisa terkena Kolesterol tinggi? Jawabannya bisa saja.

Seperti yang dialami Alfie, seorang anak laki-laki di Inggris yang diketahui memiliki kadar Kolesterol tinggi pada usia 5 tahun. Alfie didiagnosis hiperkolesterolemia familial, yaitu Kolesterol karena genetik atau adanya riwayat keluarga. Satu dari 500 anak-anak di Inggris mewarisi kondisi ini dari orangtuanya.

Jadi, Kolesterol tinggi yang dimiliki anak ini bukan karena pengaruh makanan dan gaya hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, gaya hidup dan asupan makanan tak sehat tentu saja bisa memperburuk kondisinya.

Masalah tersebut bisa menyebabkan tingginya kadar Kolesterol jahat atau LDL yang memicu penyumbatan arteri. Penyumbatan arteri itu berujung pada peningkatkan risiko serangan jantung.

Alfie diperkirakan mewarisi masalah Kolesterol ini dari ibunya, Laura Ridley. Laura pun mengaku, keluarganya memang memiliki riwayat serangan jantung pada usia muda.

"Ayah saya meninggal karena serangan jantung pada usia 34 tahun dan kakek saya juga meninggal ketika berusia sekitar 40 tahun," ungkap Laura.

Beruntung, kondisi Kolesterol Alfie diketahui sejak dini. Jika tidak, Alfie bisa saja tiba-tiba terkena serangan jantung pada usia muda.

Sering kali orangtua tak sadar anaknya memiliki masalah Kolesterol hingga akhirnya mengalami gejala serangan jantung.

Menurut Cholesterol Carity Heart di UK, diperkirakan ada 28.000 anak-anak di UK yang memiliki hiperkolesterolemia familial. Namun, hanya 600 orang yang menjalani pengobatan.

Berkat diagnosis dini, harapan hidup Alfie kini sama saja dengan anak-anak yang tidak memiliki hiperkolesterolemia familial. Asalkan ia rutin minum obat dan tetap menjaga pola hidup sehat.

"Jika dibiarkan dan tidak diobati, Alfie bisa saja meninggal karena serangan jantung di usia tiga puluhan seperti ayah saya," lanjut Laura. 

Meski memiliki hiperkolesterolemia familial, Alfie tetap menjalani kehidupan sehari-hari seperti teman-teman seusianya. "Dia anak yang penuh energi. Dia suka main sepak bola," kata Laura.

Belajar dari kasus Alfie, jika ada anggota keluarga memiliki riwayat serangan jantung pada usia muda, sebaiknya melakukan pemeriksaan dini. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa mereka.

 

PenulisDian Maharani
EditorBestari Kumala Dewi
SumberThe Sun,
Komentar
Close Ads X