Orangtua Haus Pujian, Anak-anak Kehilangan Rasa Percaya Diri - Kompas.com

Orangtua Haus Pujian, Anak-anak Kehilangan Rasa Percaya Diri

Kontributor Female, Usihana
Kompas.com - 05/02/2017, 14:02 WIB
THINKSTOCK.COM Ilustrasi

KOMPAS.com — Sekarang ini tidak selalu mudah menjadi orangtua. Sebab, bisa jadi semua mata seolah memonitor gaya pola asuh Anda, perilaku anak Anda, dan prestasi si kecil di sekolah.

Dinamika tersebut tak ayal menciptakan tekanan sosial kepada orangtua yang berpengaruh buruk pada kebahagiaan dan perkembangan emosional anak.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology, orangtua modern terlalu banyak memberikan kritik kepada anak sehingga menyebabkan anak-anak mudah frustrasi.

Asal muasal kritis, berdasarkan hasil studi, terjadi karena orangtua menginginkan anak mereka menjadi yang terbaik demi mendapatkan pujian dari teman atau anggota keluarga lainnya.

Kondisi ini pun membuat kepercayaan diri anak-anak begitu rendah dan emosional menjadi tidak stabil.

Hal yang demikian menyebabkan tingginya kasus bunuh diri dan depresi pada tahun 2015 hingga 2016 ketimbang 10 tahun silam.

Kritik memang perlu, tetapi jika diimplementasikan secara berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan emosional anak.

Hasil studi menemukan bahwa kebanyakan orangtua memberikan kritik dengan tujuan agar buah hati mereka kuat dan bisa bertahan di dunia yang tinggi kompetisi.

Peneliti mengatakan bahwa anak-anak memang secara bertahap harus memahami kenyataan hidup, tetapi kritik yang terlalu ekstrem tidak bagus untuk kestabilan emosional mereka.

PenulisKontributor Female, Usihana
Editor Syafrina Syaaf
Komentar
Close Ads X