Wanita Lebih Rentan Depresi Setelah Kehilangan Pasangan - Kompas.com

Wanita Lebih Rentan Depresi Setelah Kehilangan Pasangan

Ayunda Pininta
Kompas.com - 02/03/2017, 19:46 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com - Sebuah penelitian mengungkap, wanita lebih sulit menghadapi berita kematian pasangan hidupnya, rentan mengalami kesepian, kesedihan, dan depresi.

Sebuah studi yang dilakukan lembaga Independent Age melibatkan lebih dari 2.000 wanita yang berduka atas kematian pasangannya.

Survei mendapati, wanita hampir dua kali lebih mungkin untuk merasa kesepian, sedih, bahkan depresi, setelah berkabung ketimbang dengan pria. Terlebih wanita yang telah berusia lebih dari 50 tahun.

Sementara 30 persen dari wanita mengatakan bahwa kesepian adalah hal yang paling sering mereka rasakan dan sulit diatasi setelah kehilangan orang yang mereka cintai, hanya 17% pria yang mengutarakan hal tersebut.

Penelitian menunjukkan perbedaan mencolok antar jenis kelamin dalam cara mengatasi kesedihan.

Namun survey menunjukkan, bahwa wanita lebih mungkin untuk merasa lebih baik ketika berbicara dengan teman-teman tentang perasaan mereka selama proses berduka.

Sekitar 53% responden setuju bahwa mengobrol dengan orang-orang terdekat dapat membantu mereka mengatasi rasa sedih, kesepian, dan depresi, tetapi hanya 35% pria melakukan hal tersebut.

Karena cenderung terbuka, wanita juga lebih mungkin untuk mencari dukungan praktis dan emosional dari orang lain, meski satu dari empat wanita melaporkan tidak melakukan hal tersebut.

Secara keseluruhan, wanita merasa kesepian selama delapan bulan setelah kehilangan pasangan mereka, tapi satu dari lima orang masih merasa kesepian hingga tiga tahun kemudian.

Ketika diminta untuk mengidentifikasi saran terbaik untuk mengatasi rasa kesepian, sedih, bahkan depresi usai kehilangan pasangan, responden merekomendasikan pilihan berikut:

1. Tetap berhubungan dengan teman dan keluarga (75%).
2. Berbagi perasaan Anda dengan orang yang Anda percaya (55%).
3. Sadarilah bahwa tidak ada waktu atau cara pasti kapan rasa berduka akan hilang, semua harus dijalani (54%).
4. Menemukan cara yang lebih membahagiakan untuk mengingat orang yang meninggal (48%).
5. Kesepian akan memakan waktu tetapi akan lebih baik seiring dengan berjalannya waktu (42%).

Janet Morrison, Chief Executive dari Independent Age, mengatakan, jajak pendapat menunjukkan adanya perbedaan mencolok tentang bagaimana pria dan wanita mengatasi kesedihan.

Meski wanita lebih banyak berbagi tentang kesedihan kepada teman-teman dan keluarga, namun mereka masih melaporkan perasaan lebih kesepian.

"Kami benar-benar menyadari pentingnya berbagi perasaan sedih saat kehilangan pasangan atau orang yang dicintai demi perasaan yang lebih baik, menghindari kesedihan berlarut, bahkan depresi.”

“Sebaiknya hindari untuk menutupinya sendiri dan berpura-pura tabah. Tidak ada kepastian tentang kapan dan bagaimana rasa duka akan hilang, tapi kami menyarankan setiap orang, khususnya orang yang lebih tua untuk menjangkau bantuan dan dukungan jika membutuhkannya,” lanjut Morrison.

 

 

PenulisAyunda Pininta
EditorBestari Kumala Dewi
Sumberdr oz,
Komentar
Close Ads X