Seorang Pakar Pola Asuh Diprotes Kaum Ayah - Kompas.com

Seorang Pakar Pola Asuh Diprotes Kaum Ayah

Kontributor Female, Rakhma
Kompas.com - 19/03/2017, 10:02 WIB
THINKSTOCK.COM Ilustrasi

KOMPAS.com – Perceraian orangtua memberikan dampak signifikan pada perkembangan emosional anak.

Seorang pakar pola asuh anak dan psikolog, Penelope Leach, mengatakan, anak yang berusia kurang dari empat tahun sebaiknya jangan terpisah dari ibu terlalu lama.

Argumen Leach adalah anak usia balita yang terpisah dari ibu memiliki dampak buruk yang signifikan.

Pernyataannya itu dituliskan dalam buku terbarunya berjudul Family Breakdown.

Ternyata, saran dari Leach ini menciptakan kontroversi dan mendulang protes dari kaum ayah.

“Nasihat dari Leach terdengar seperti racun dan berpotensi merusak fase tumbuh kembang anak,” jelas juru bicara dari grup New Fathers4Justice.

“Tinggal bersama ayah dari usia dini juga penting dan krusial dalam pertumbuhan anak. Hubungan orangtua dan anak juga berpengaruh pada jarak antara ayah anak,” imbuhnya.

Pandangan tersebut disepakati oleh 100 psikolog, terutama yang berasal dari Amerika. Mereka menolak dan mempertanyakan validitas dari studi yang dilakukan oleh Leach.

“Pengambil keputusan harus menyadari bahwa mengurangi waktu pertemuan anak dan ayah bisa memengaruhi kualitas hubungan ayah anak,” ujar para psikolog tersebut.

Leach merasa tuduhan yang ditujukan padanya sangatlah tidak adil.

Dia menjelaskan bahwa hal terbaik untuk anak adalah orangtua tinggal bersama dan langgeng.

Pada tahun 2012, kata Leach, hanya 64 persen anak yang tinggal satu atap dengan ayah dan ibu.

Respon publik yang negatif diakui Leach sangat menyakitkan terutama pernyataan para ayah tersebut.

“Pada kebanyakan kasus perceraian, ibu diberikan hak asuh penuh pada anak. Bayi membutuhkan figur orangtua utama dan terpishan dari sosok itu bisa menyebabkan masalah. Jadi, apabila ayah yang diberikan hak asuh penuh, hal yang sama juga berlaku, sebaiknya anak jangan terlalu sering berpisah dengan si ayah,” urainya.

PenulisKontributor Female, Rakhma
Editor Syafrina Syaaf
SumberParenting,
Komentar
Close Ads X