Tak Perlu Ucapkan Terima Kasih pada Surat Pengunduran Diri - Kompas.com

Tak Perlu Ucapkan Terima Kasih pada Surat Pengunduran Diri

Kontributor Female, Usihana
Kompas.com - 20/03/2017, 06:11 WIB
Shutterstock Ilustrasi mengundurkan diri.

KOMPAS.com – Bekerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan setelah beberapa tahun pasti Anda menemukan titik jenuh dan merasa tidak berkembang sehingga memilih untuk mengundurkan diri.

Namun, Anda harus memahami bahwa pengunduran diri bukan sinyal kegagalan, tetapi langkah positif untuk melanjutkan hidup demi pengembangan karier.

Jadi, lakukanlah dengan cara yang elok sehingga meninggalkan kesan baik untuk kedua belah pihak, Anda dan perusahaan yang akan Anda tinggalkan.

Salah satunya adalah cerdas dalam menulis surat pengunduran diri.

Caroline Ceniza-Levine, seorang career coach dari Six Figure Start, menyarankan, jangan menuliskan kata negatif dalam surat pengunduran diri.

Selain itu, hindarilah menuangkan ucapan terima kasih pada sejumlah pihak secara mendetil dalam surat pengunduran diri tersebut.

“Sebaiknya, ucapan terima kasih diberikan secara personal pada pihak-pihak yang menurut Anda perlu mendengarnya,” jelas Ceniza-Levine.

Lalu, pertimbangkan juga untuk momen pengunduran diri. Pastikan jangan terlalu mendadak. Berikan waktu agar perusahaan leluasa mencari dan mmeberikan pelatihan pengganti Anda.

“Beberapa perusahaan memberlakukan peraturan two weeks notice. Namun, semakin senior posisi Anda atau pentingnya proyek yang Anda kerjakan, maka perusahaan meminta lebih dari dua minggu,” imbuhnya.

Namun, perhatikan dan baca peraturan perusahaan dengan benar. Sebab, ada juga yang menginginkan karyawan yang resign untuk segera keluar kurang dari dua minggu.

PenulisKontributor Female, Usihana
Editor Syafrina Syaaf
Komentar
Close Ads X