Jangan Langsung Ajukan “Resign” pada HRD, tetapi... - Kompas.com

Jangan Langsung Ajukan “Resign” pada HRD, tetapi...

Kontributor Female, Usihana
Kompas.com - 20/03/2017, 07:02 WIB
THINKSTOCK.COM Ilustrasi

 

KOMPAS.com --  Anda mencintai pekerjaan dan memiliki hasrat besar untuk sukses menjalani karier pilihan Anda tersebut.

Namun, perubahan membuat keadaan tak lagi kondusif untuk Anda. Alhasil, Anda pun memutuskan untuk mengundurkan diri.

Umumnya, surat pengunduran diri langsung diajukan kepada bagian HRD ( human resources management ). Ternyata, cara ini terbilang kurang elegan dan sopan.

Sebab, orang pertama yang harus tahu rencana pengunduran diri adalah atasan langsung Anda.

Selanjutnya, surat pengunduran diri baru di sampaikan pada bagian SDM.

“Minta waktu si bos lebih kurang 15 menit untuk membicarakan ini,” saran Lea McLeod, seorang job coach.

McLeod menganjurkan jangan langsung menemui si bos tanpa membuat janji terlebih dulu secara resmi.

“Betapapun kesalnya Anda dengan si bos, kendalikan emosi. Pastikan alasan mengundurkan diri yang Anda berikan tidak terkait dengan isu personal,” ujar McLeod.

Dia menambahkan, biarkan perbincangan bergulir positif, profesional, dan konstruktif.

“Jauhkan ucapan kasar dan menyindir betapa pun Anda jengkel dengan si bos,” imbuhnya.

Sebab, Anda tetap membutuhkan rekomendasi dari atasan Anda dan dalam lingkup kerja segala kemungkinan bisa terjadi, misalnya kerjasama dalam sebuah proyek di lain waktu.

PenulisKontributor Female, Usihana
Editor Syafrina Syaaf
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM