Paparan Polusi Kendaraan Bisa Merusak Kadar Kolesterol Baik - Kompas.com

Paparan Polusi Kendaraan Bisa Merusak Kadar Kolesterol Baik

Ayunda Pininta
Kompas.com - 17/04/2017, 17:15 WIB
KOMPAS/RADITYA HELABUMI Kemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta.

KOMPAS.com - Orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi kendaraan tinggi cenderung memiliki tingkat kolesterol "baik" yang rendah.

Kolesterol baik berperan untuk melindungi jantung dari penyakit. Sering terpapar gas buang kendaraan bisa merusak kolesterol baik dalam tubuh, yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, para ahli memperingatkan.

Protein lemak yang dikenal sebagai HDL membantu tubuh menyingkirkan lemak buruk yang menyumbat jantung.

Namun, ilmuwan AS mengatakan orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi lalu lintas tinggi, cenderung memiliki HDL rendah.

Para ahli dari Seattle University of Washington School of Public Health menguji kadar HDL pada 6.654 pria dan wanita usia 40 tahun dan lebih tua.

Orang-orang yang terkena paparan tinggi dari gas buang diesel yang dikenal sebagai karbon-hitam lebih dari satu tahun, memiliki kadar HDL rendah yang signifikan. Tingkat HDL juga lebih rendah setelah peserta diuji selama tiga bulan.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, Griffith Bell mengatakan, “Kadar HDL yang turun akibat terpapar polusi kendaraan yang tinggi dapat membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.”

Baik pria maupun wanita akan merasakan dampak yang sama pada penurunan HDL akibat polusi kendaraan.

Namun, kondisi polusi yang parah dapat membuat wanita lebih rentan mengalami penurunan HDL lebih banyak ketimbang pria. Ini merupakan studi pertama yang mampu melihat hubungan antara polusi udara dan tingkat HDL.

PenulisAyunda Pininta
EditorBestari Kumala Dewi
SumberThe Sun
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM