15 Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pria Sejati - Kompas.com

15 Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pria Sejati

Wisnubrata
Kompas.com - 21/04/2017, 15:11 WIB
THINKSTOCK.COM Ilustrasi

Children are great imitators, so give them something great to imitate

Karena anak-anak adalah peniru dari apa yang dilakukan orangtuanya, maka mendidik anak dengan kata-kata saja tidak cukup. Sebagai ayah, kita harus mengajari, memberi contoh, dan menjadikan hal-hal baik sebagai kebiasaan bila kita ingin anak kita tumbuh menjadi seorang pria sejati.

Tulisan ini merupakan pengalaman dari Ryan Link, penulis di Fatherly.com. Dua tahun lalu dia membaca artikel di Huffington Post yang ditulis Justin Ricklefs berjudul “15 Things all Dads of Daughters Should Know.” Karena anaknya laki-laki, maka ia menerapkannya dengan sedikit improvisasi, meski sebenarnya dasar-dasar itu sama saja.

Menurut Ryan Link, apa yang disampaikan di artikel terdengar mudah saja dilaksanakan. Namun kenyataannya, ia tidak selalu bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya ia selalu memperbaikinya, dan dengan begitu kehidupannya sendiri pun menjadi lebih baik.

Nah, setelah merefleksikan pengalamannya sendiri sebagai anak-anak dan 10 tahun sebagai ayah saat membesarkan anak laki-lakinya, Ryan menemukan 15 catatan untuk mendampingi anaknya agar menjadi pria yang kuat, penyayang, penuh cinta, empati, dan peduli terhadap orang lain. Catatan itu adalah:

Ajarkan kekuatan cinta dengan mengucapkan “aku sayang kamu” tiap ada kesempatan

Anak lelaki juga ingin disayangi oleh ayahnya sebagaimana anak perempuan. Mungkin mereka mulai risih dipeluk ketika beranjak besar di usia belasan, namun anak lelaki sebenarnya selalu merindukan ungkapan sayang dari ayahnya.

Banyak di antara kita mungkin tidak lagi saling mengucapkan kata “sayang” kepada anak yang beranjak dewasa, karena berkaca pada pengalaman sendiri di mana ayah kita juga tidak lagi mengucapkan kata itu di masa remaja kita. Namun hal itu bisa gantikan dengan ungkapan lain yang berarti sayang, seperti ucapan “Hati-hati di jalan ya”, atau “Selamat bersenang-senang ya”. Itu cukup membuat anak merasa disayangi.

Akan tetapi, bila dibiasakan, kata-kata sayang pun tidak akan terdengar canggung, bahkan bila anak Anda dewasa kelak. Bayangkan betapa indahnya bila seorang anak mengatakan pada kita “I love you dad..”

Anda adalah contoh langsung soal bersikap pada orang lain

Anak-anak memperhatikan perilaku dan sikap kita. Bila Anda hormat pada orang lain, maka anak akan belajar menghormati. Bila Anda kurang ajar, anak akan menirunya. Maka jagalah sikap kita. Ajarkan kepada anak-anak bahwa semua orang di dunia setara dan berhak mendapatkan kasih sayang dan rasa hormat. Jadilah orang yang bisa menghormati, seperti yang Anda inginkan terhadap anak Anda.

Jadilah ayah sekaligus temannya saat ia tumbuh besar

Kita, para lelaki pasti pernah melakukan hal-hal nakal dan konyol saat remaja. Jadi jangan heran kalau anak kita pun akan seperti itu. Karena kita pernah mengalaminya, maka bersikaplah bijaksana bila anak kita melakukan sesuatu yang konyol di mata kita, misalnya mencoba merokok, nonton film porno atau memacari banyak cewek sekaligus.

Studi mendapati bahwa otak laki-laki butuh waktu lebih lama untuk menjadi dewasa dibanding perempuan. Inilah sebabnya lebih banyak remaja lelaki melakukan tindakan konyol. Bila tindakan itu masih dalam batas kenakalan anak, biarlah dia belajar dari kesalahannya. Saat itulah kita menjadi temannya.

Namun bila tindakan itu sudah keterlaluan, menjurus kriminal, atau membahayakan dirinya dan orang lain, kita harus menjadi ayah yang tegas untuk kebaikan anak kita.

Page:
PenulisWisnubrata
EditorWisnubrata
SumberFatherly,
Komentar
Terkini Lainnya
Empati Berkurang Gara-gara Kurang Tidur
Empati Berkurang Gara-gara Kurang Tidur
Feel Good
5 Kesalahan Mandi yang Sering Dilakukan Pria
5 Kesalahan Mandi yang Sering Dilakukan Pria
Eat Good
4 Jenis Wanita yang Tidak Masuk Kriteria Istri Idaman
4 Jenis Wanita yang Tidak Masuk Kriteria Istri Idaman
Feel Good
4 Jenis Pria yang Tidak Masuk Kategori Suami Pilihan
4 Jenis Pria yang Tidak Masuk Kategori Suami Pilihan
Feel Good
Apakah Tebar Pesona Efektif untuk Dapatkan Pacar?
Apakah Tebar Pesona Efektif untuk Dapatkan Pacar?
Feel Good
Bahaya Diet Ketogenik untuk Penderita Diabetes
Bahaya Diet Ketogenik untuk Penderita Diabetes
Eat Good
Bokong Sering Berkeringat, Normalkah?
Bokong Sering Berkeringat, Normalkah?
Feel Good
Para Suami, Dukunglah Istri Anda untuk Memakai Kontrasepsi
Para Suami, Dukunglah Istri Anda untuk Memakai Kontrasepsi
Feel Good
Kondisi Bukan Penyakit yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik
Kondisi Bukan Penyakit yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik
Feel Good
3 Alasan Anda Sulit Kembalikan Semangat Kerja seperti Sedia Kala
3 Alasan Anda Sulit Kembalikan Semangat Kerja seperti Sedia Kala
Feel Good
3 Koleksi Pintar untuk Pria Dewasa
3 Koleksi Pintar untuk Pria Dewasa
Feel Good
Hati-hati, Lari Maraton Bisa Sebabkan Kerusakan Ginjal
Hati-hati, Lari Maraton Bisa Sebabkan Kerusakan Ginjal
Feel Good
Lakukan Ini Ketika Mulai Membenci Pekerjaan Anda
Lakukan Ini Ketika Mulai Membenci Pekerjaan Anda
Feel Good
4 Tipe Sepatu yang Harus Dimiliki Semua Pria
4 Tipe Sepatu yang Harus Dimiliki Semua Pria
Look Good
Sering Migrain? Bisa Jadi karena Berat Badan Naik
Sering Migrain? Bisa Jadi karena Berat Badan Naik
Feel Good
Close Ads X