Bahaya Jangka Panjang Bubuk Protein bagi Ginjal - Kompas.com

Bahaya Jangka Panjang Bubuk Protein bagi Ginjal

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 10/05/2017, 16:00 WIB
gpointstudio Latihan beban

KOMPAS.com - Jika Anda sering ke gym, mungkin pernah mendengar pembicaraan tentang minuman protein yang dikonsumsi setelah berlatih. Protein bubuk memang semakin populer sebagai suplemen nutrisi.

Kita bisa mendapatkan bubuk protein ini di pusat kebugaran, internet, atau toko yang menjual obat serta suplemen. Bentuknya ada yang bisa langsung diminum atau dicampurkan dalam air.

Paling tidak ada tiga jenis protein bubuk, yakni whey, kedelai, dan kasein. Yang paling sering dipakai adalah protein whey karena protein susu yang larut di air.

"Whey juga protein komplit, sehingga memiliki banyak lebeihan, misalnya mengandung 9 asam amino yang dibutuhkan tubuh," kata Peter Horvath, Ph.D, pakar bidang olahraga dan nutrisi.

Ada beberapa alasan mengapa atlet atau orang yang hobi olahraga memerlukan asupan protein lebih banyak. Yakni di masa pertumbuhan remaja, saat ingin membentuk otot, mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan, atau mempercepat penyembuhan

Walau demikian, konsumsi suplemen protein bisa berbahaya jika berlangsung jangka panjang.

"Konsumsi yang berlebihan bisa membuat ginjal stres dan ini adalah indikator peningkatan risiko kanker," kata Ken Immer, ahli nutrisi.

Lagi pula, sebenarnya kita tak memerlukan suplemen protein. Tubuh kita membutuhkan 0,8 gram protein dikalikan berat badan.

Sebagai contoh, jika berat badan kita 50 kg, maka kita butuh 40 gram yang bisa dipenuhi dari 2-3 porsi sumber protein setiap hari. Dalam 6 ons ikan tuna terkandung 40 gram protein dan satu lembar keju cheddar memiliki kadar protein 7 gram.

Menurut Barbara Lewin, ahli nutrisi olahraga yang menangani atlet NBA, untuk membentuk otot, tubuh ktia butuh tambahan protein 10-14 gram.

"Tambahannya tidak terlalu banyak. Beberapa protein bubuk mengandung 80 gram protein persajian. Kita tak butuh sebanyak itu. Tubuh akan memecahnya menjadi energi. Kebanyakan protein berbahaya untuk ginjal dan liver," kata Lewin.


PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
SumberWEBMD,
Komentar
Terkini Lainnya
Agar CV Anda Tak Hanya Jadi Tumpukan di Bagian HRD
Agar CV Anda Tak Hanya Jadi Tumpukan di Bagian HRD
Feel Good
Kurangi Kalori untuk Memperlambat Penuaan
Kurangi Kalori untuk Memperlambat Penuaan
Look Good
Tips Sehat Berpuasa untuk Ibu Hamil
Tips Sehat Berpuasa untuk Ibu Hamil
Eat Good
Latih Motorik Halus Balita dengan Belajar Makan Sendiri
Latih Motorik Halus Balita dengan Belajar Makan Sendiri
Eat Good
Kerja di Perusahaan IT Bukan Soal Gelar, Melainkan 'Skill'
Kerja di Perusahaan IT Bukan Soal Gelar, Melainkan "Skill"
Feel Good
Setiap Titik adalah Titik Balik
Setiap Titik adalah Titik Balik
Feel Good
Aktif Olahraga Belum Tentu Terhindar Dari Serangan Jantung
Aktif Olahraga Belum Tentu Terhindar Dari Serangan Jantung
Feel Good
Narsistik dan Psikopat Senang Melihat Foto Sadis Korban Tragedi
Narsistik dan Psikopat Senang Melihat Foto Sadis Korban Tragedi
Feel Good
Melompat di Trampolin Sehatkan Semua Bagian Tubuh
Melompat di Trampolin Sehatkan Semua Bagian Tubuh
Feel Good
Apa Motivasi Orang Menyebar Foto Korban Bom?
Apa Motivasi Orang Menyebar Foto Korban Bom?
Feel Good
Melihat Foto dan Video Korban Bom yang Viral Pengaruhi Psikologi
Melihat Foto dan Video Korban Bom yang Viral Pengaruhi Psikologi
Feel Good
Minuman Manis Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa
Minuman Manis Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa
Eat Good
Perhatikan Kandungan Nutrisi dalam Camilan Anak
Perhatikan Kandungan Nutrisi dalam Camilan Anak
Eat Good
4 Tahap Latihan Olahraga di Bulan Ramadhan
4 Tahap Latihan Olahraga di Bulan Ramadhan
Feel Good
Tunda Penuaan dari Dalam Tubuh dengan Berpuasa
Tunda Penuaan dari Dalam Tubuh dengan Berpuasa
Eat Good
Close Ads X