Lingkungan Kerja Tak Buat Anda Bahagia, Bertahan atau Tinggalkan? - Kompas.com

Lingkungan Kerja Tak Buat Anda Bahagia, Bertahan atau Tinggalkan?

Syafrina Syaaf
Kompas.com - 17/05/2017, 06:11 WIB
leolintang Tidak bahagia di tempat kerja

KOMPAS.com – Kebahagiaan di tempat kerja tak melulu soal jumlah penghasilan dan bonus. Sebab, lingkungan kerja yang membuat Anda bahagia dan berkembang juga menjadi faktor yang membangun loyalitas serta dedikasi karyawan.

Namun, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan, bukan? Sebab, tak menutup kemungkinan Anda terjebak dalam sebuah lingkungan kerja yang tidak membuat diri Anda menjadi lebih baik, secara personal ataupun profesional.

Timothy Butler, Director of Career Development Programs at Harvard Business School dan penulis buku bertajuk Getting Unstuck:How Dead Ends Become New Paths, percaya bahwa ada makna lebih luas dari pernyataan “Saya tidak lagi bahagia di tempat bekerja,”.

Butler yang fokus mempelajari struktur karakter dan pribadi sekaligus kepuasaan kerja mengatakan, untuk memahami rasa tidak bahagia Anda, maka Anda harus berupaya mengenali ketidanyamanan tersebut.

Dia menambahkan ketika kondisi Anda sedang tidak bahagia terhadap pekerjaan, maka sebaiknya jangan tergesa-gesa dan berusaha menyelesaikan masalah.

Amati rasa tidak bahagia Anda dan jangan mencoba mencari jalan keluar terburu-buru. Sebaliknya, mulai rencanakan langkah Anda selanjutnya.

“Rasa tidak bahagia hadir menjadi sebuah ‘peringatan’ dan pengingat,” ujar Butler.

“Ada bagian diri Anda yang mungkin tidak Anda dengar sehingga membutuhkan perhatian lebih,” imbuhnya.

Cita-cita tertunda, kata Butler, sering memicu banyak karyawan mendadak merasakan tidak bahagia dalam bekerja.

Butler menganjurkan untuk kontemplasi diri dan dengarkan sanubari lebih  fokus. Sebab, ada-ada hal dalam diri yang bisa jadi tanpa Anda sadari telah dengan sengaja Anda lupakan dan tidak ingin Anda eksplorasi lebih jauh.

Namun, jika rasa tidak bahagia itu masih terus mendera setelah Anda melakukan ragam upaya untuk mengubahnya, maka bisa jadi ini sinyal bahwa Anda lebih dibutuhkan dan dihargai di tempat lain.

Penulis Syafrina Syaaf
Editor Syafrina Syaaf
Komentar

Terkini Lainnya

5 Alasan Mengapa Bantal Perlu Diganti Rutin

5 Alasan Mengapa Bantal Perlu Diganti Rutin

Feel Good
Mengapa Orangtua Perlu Bersyukur Punya Anak yang Tak Bisa Diam

Mengapa Orangtua Perlu Bersyukur Punya Anak yang Tak Bisa Diam

Feel Good
Kecenderungan Psikopat pada Penyuka Kopi Pahit

Kecenderungan Psikopat pada Penyuka Kopi Pahit

Eat Good
Pria Jakarta Lebih Pede Lakukan Perawatan Estetika

Pria Jakarta Lebih Pede Lakukan Perawatan Estetika

Look Good
Ultherapy, Mengencangkan Kulit dengan Energi Suara

Ultherapy, Mengencangkan Kulit dengan Energi Suara

Look Good
Profesi Dokter dan Tentara Tak Lagi Jadi Cita-cita Utama Remaja

Profesi Dokter dan Tentara Tak Lagi Jadi Cita-cita Utama Remaja

Feel Good
Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Feel Good
Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Feel Good
Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Look Good
Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Feel Good
Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Look Good
Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Look Good
5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

Feel Good
Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Close Ads X