Pria yang Nikah Muda Berpotensi akan Selingkuh? - Kompas.com

Pria yang Nikah Muda Berpotensi akan Selingkuh?

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 19/06/2017, 12:16 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

Tidak semua pria mata keranjang, tetapi ada sejumlah alasan mengapa mereka tak tahan dengan godaan untuk selingkuh.

Harus diakui perselingkuhan merupakan penyebab utama hancurnya pernikahan. Pria merupakan pihak yang paling sering diketahui mengkhianati komitmen perkawinan.

Menurut Dr.John Gray penulis buku Men Are From Mars, Women Are From Venus, ada beberapa penjelasan mengapa pria lebih gampang selingkuh:

- Hubungan sudah berakhir
Mendengar kabar pasangan suami istri yang bermasalah karena suami ketahuan selingkuh, biasanya kita akan berkomentar, "Kok, tega ya ia berkhianat dan menghancurkan perkawinannya?"

Faktanya, kebanyakan orang tidak menganggapnya sebagai pengkhianatan karena hubungan atau perkawinannya sudah berakhir. Bisa jadi karena ia merasakan kekosongan pada hubungannya yang resmi sehingga mencari kenyamanan dari orang lain.

"Jika seseorang selingkuh, kemungkinan besar karena kebutuhannya tidak terpenuhi dalam pernikahannya," kata Dr.Megan Fleming, terapis seks dan pernikahan.

- Menikah muda
Menurut Gray, salah satu fakta menyedihkan adalah ketika pria menikah di usia muda, ia kehilangan kesempatan mendapat pengalaman pentingnya memegang sumpah setia.

Seperti dikutip dari Psychology Today, disebutkan bahwa pria yang memiliki banyak pengalaman dalam ikatan komitmen, cenderung lebih tahan godaan selingkuh.

- Krisis identitas
Pria yang merasa terlalu tua atau terlalu muda, merasa tidak tampan lagi, kurang kaya, atau kurang pintar, merasa butuh untuk menaikkan egonya. Ia akan mencari pembenaran dari wanita lain yang bukan pasangannya.
Hubungan tidak resmi yang dijalaninya itu akan memberi perasaan ia diinginkan, berharga, dan dicintai.

- Kurang komunikasi
Yang membahagiakan pria bukan hanya seks, tapi juga terpenuhinya kebutuhan emosional. Namun, hal ini sering diabaikan pasangannya.

"Banyak pria yang merasa frustasi karena selama beberapa tahun pasangannya kurang responsif. Siapa pun tentu tidak mau hidup yang monoton, dibutuhkan juga sedikit kejutan dan kegembiraan," kata Laurie Watson, terapis seksual.


PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
SumberRedbook
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM