Jangan Kebanyakan Tidur di Akhir Pekan, Ini Alasannya - Kompas.com

Jangan Kebanyakan Tidur di Akhir Pekan, Ini Alasannya

Syafrina Syaaf
Kompas.com - 15/07/2017, 09:00 WIB
IlustrasiTHINKSTOCK.COM Ilustrasi

 

KOMPAS.com – Kebanyakan para profesional muda menghabiskan waktu bekerja melampui batas yang seharusnya, misalnya, lembur hingga tengah malam dan pagi hari.

Alhasil, Anda pun jadi kurang tidur. Namun, masalah kurang tidur ini biasanya “dibayar” dengan tidur lebih lama saat akhir pekan. Hati-hati, cara tersebut salah.

Menurut studi yang diselenggarakan oleh University of Arizona, kebiasaan membayar tidur di akhir pekan tersebut memiliki istilah social jet lag. Artinya, Anda tidur lebih malam dan bangun lebih siang pada akhir pekan.

Studi mengungkapkan, kebiasaan ini justru membuat tubuh Anda semakin lelah pada hari-hari kerja di minggu berikut.

“Ritual tidur lebih malam di akhir pekan dan bangun lebih siang memberikan efek tidak baik pada tubuh seperti ketika Anda terbang pada hari Jumat sampai dengan Minggu ke Paris, New York, Los Angeles, dan Jepang. Lalu, Anda kembali ke kota asal di hari Senin,” jelas Till Roenneberg, PhD.

Oleh karena itulah efek tubuh kelelahan akibat kebanyakan tidur di akhir pekan disebut social jet lag.

Pada studi ini, ketua penelitian, Sierra Forbush, dan tim, menganalisis 948 responden di Pennsylvania, AS.

Kebanyakan responden memiliki kebiasaan bekerja maksimal di hari Senin hingga Jumat dan membayar kurang tidur di akhir pekan.

Forbush menemukan responden yang memiliki pola hidup demikian mengalami kesehatan tubuh menurun, emosional tidak stabil, dan kelelahan tidur yang akut.

Peneliti menemukan bahwa 85 persen responden bangun lebih siang di akhir pekan dan mereka memperlihatkan emosional yang tidak stabil dan kelelahan kronis.

Selain itu, peneliti juga mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki gaya hidup social jet lag berpotensi menderita penyakit jantung 11 persen lebih tinggi.

“Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pola tidur normal dan teratur merupakan cara paling efektif dalam mempertahankan kesehatan tubuh. Sebab, kurang tidur terus menerus akan berujung pada sejumlah penyakit mematikan,” pungkasnya.

Penulis Syafrina Syaaf
Editor Syafrina Syaaf
Komentar

Terkini Lainnya

Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Feel Good
Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Feel Good
Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Look Good
Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Feel Good
Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Look Good
Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Look Good
5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

Feel Good
Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Warna yang Cocok untuk Konsep Pernikahan Garden Party

Look Good
Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Anak Harus Diberi Pemahaman yang Benar Soal Perbedaan

Feel Good
'Despacito' dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

"Despacito" dan Fenomena Lagu Dewasa di Tengah Dendangan Anak-anak

Feel Good
Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Aku Indonesia, Ruang Anak Berkreasi

Feel Good
Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

Feel Good
Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Memindahkan Musik Elektronik Ibiza ke Bali

Feel Good
Close Ads X