Seberapa Sering Perempuan Menyebut Diri Mereka Gemuk? - Kompas.com

Seberapa Sering Perempuan Menyebut Diri Mereka Gemuk?

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 16/07/2017, 16:08 WIB
Ilustrasi obrolan perempuanAntonioGuillem Ilustrasi obrolan perempuan

KOMPAS.com - Obrolan antara perempuan tentang tubuh yang gemuk ternyata bisa jadi menjadi masalah. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa setiap pekan, empat dari lima perempuan muda terlibat dalam “obrolan tentang tubuh gemuk" baik tentang penampilan mereka sendiri atau penampilan orang lain. Dan ini memiliki efek serius pada citra tubuh mereka.

Dr. Jacqueline Mills, seorang dosen psikologi di Cairnmillar Institute, pada akhir tahun 2016 meneliti hubungan antara apa yang wanita bicarakan dan bagaimana dampaknya terhadap penampilan mereka.

Menurut Mills, banyak perempuan menyampaikan hal-hal yang terdengar biasa pada teman-temannya, seperti "aah perut saya terlalu gendut" atau "pahaku sudah mulai membengkak" untuk menunjukkan kekhawatiran mereka. Namun ternyata obrolan soal tubuh seperti ini membuat orang kemudian terlalu mencari bentuk ideal, yang pada gilirannya membuat tidak puas akan kondisi tubuhnya saat ini.

Mills menemukan hal ini setelah meneliti obrolan dari 135 wanita berusia 18-40 tahun menggunakan aplikasi yang mengirimkan survei mini setiap hari. Hasilnya menunjukkan bahwa 82 persen peserta terlibat obrolan soal bentuk tubuh selama periode waktu itu dan, yang mengejutkan, 27 persen dari semua pembicaraan antara wanita itu adalah soal tubuh gemuk.

“Sebanyak 71 persen peserta juga menyampaikan komentar negatif tentang tubuh atau penampilan mereka sendiri, 70 persen peserta memberi komentar negatif tentang tubuh atau penampilan orang lain, dan 49 persen mendengar orang lain membicarakan tentang tubuh gemuk. Benar-benar topik yang sangat umum,” kata Mills seperti disampaikan lewat ScienceDirect.

Baca: Ingin Perut Lebih Rata dalam 1 Bulan? Lakukan Ini

Dia juga mengatakan bahwa para perempuan biasanya membandingkan tubuh mereka dengan teman atau selebriti di media sosial. Hal ini semakin memperkuat perasaan negatif tentang bagian tubuh mereka.

Jadi mengapa begitu banyak wanita jatuh ke dalam perangkap percakapan ini? "Penelitian lain menunjukkan bahwa para perempuan meyakini terlibat dalam pembicaraan soal tubuh adalah sesuatu yang diharapkan dari mereka, dan seolah sudah menjadi hal yang biasa untuk berbicara secara negatif tentang tubuh Anda," kata Mills.

Namun tanpa disadari, akibat dari jenis pembicaraan seperti ini berdampak serius. Ketidakpuasan terhadap tubuh sendiri bisa meningkatkan risiko depresi dan kecemasan, serta mendorong kebiasaan tidak sehat dalam pola makan dan olahraga, seperti menahan diri untuk tidak makan atau memaksa diri berolahraga berlebihan.

Untuk menghindari dampaknya, Mills menyarankan setiap perempuan agar merasa nyaman dengan tubuhnya sendiri.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorWisnubrata
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM