Otak Wanita Lebih Aktif Dibanding Pria - Kompas.com

Otak Wanita Lebih Aktif Dibanding Pria

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 10/08/2017, 08:07 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Salah satu stereotipe wanita adalah terlalu pemikir (overthink) dalam segala hal, sehingga terkesan peragu dan penakut dibanding pria. 

Dalam survei terbesar tentang gambaran otak berbasis gender yang pernah dilakukan, ilmuwan menemukan otak perempuan lebih aktif dibanding pria. Khususnya pada korteks serebral—terkait dalam pengendalian dan fokus impuls dan di area emosional otak—terkait dengan suasana hati dan kecemasan. Tapi pada bagian terkait visual dan koordinasi—otak pria lebih aktif.

Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa wanita memiliki risiko penyakit Alzheimer yang jauh lebih tinggi, depresi—yang merupakan faktor resiko Alzheimer—dan gangguan kecemasan. Sementara pria memiliki tingkat gangguan konsentrasi dan pemusatan perhatian (ADHD) yang lebih tinggi.

Penulis laporan Daniel Amen, seorang psikiater dan pendiri Amen Clinics di California, mengatakan: "Perbedaan kuantitatif yang kami identifikasi antara pria dan wanita penting untuk memahami resiko berdasarkan gender terkait gangguan otak seperti penyakit Alzheimer."

Amen dan timnya mengamati pemindaian otak dari 119 responden sehat dan lebih dari 26.000 pasien dengan berbagai kondisi kejiwaan termasuk trauma otak, gangguan bipolar, gangguan mood, skizofrenia dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Mereka melihat 128 daerah otak untuk menentukan bagian mana yang lebih aktif pada awal dan selama pengerjaan tugas.

Peneliti mengukur aliran darah di otak mereka dengan menggunakan single photon emission computed tomography (SPECT) ketika responden dan pasien mengerjakan tugas kognitif.

Amen dan tim berharap bahwa memahami perbedaan di antara pengamatan masing-masing individu dapat membantu mereka memahami berbagai gangguan otak.

Fakta bahwa wanita menunjukkan aliran darah yang lebih besar di korteks prefrontal dibandingkan pria mungkin menjelaskan mengapa wanita menunjukkan kecenderungan yang lebih besar di bidang empati, intuisi, kerjasama, pengendalian diri dan perhatian yang tepat.

Studi ini juga menemukan peningkatan aliran darah di daerah limbik otak wanita, yang sebagian dapat menjelaskan mengapa wanita lebih rentan terhadap kecemasan, depresi, insomnia dan gangguan makan.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Apa Pengaruh Kopi Untuk Hati Anda?

Apa Pengaruh Kopi Untuk Hati Anda?

Eat Good
Kapan Keputihan Dianggap Tidak Normal?

Kapan Keputihan Dianggap Tidak Normal?

Feel Good
Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil

Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil

Feel Good
Sebaiknya Apel Tak Dimakan Beserta Kulitnya?

Sebaiknya Apel Tak Dimakan Beserta Kulitnya?

Eat Good
5 Hal yang Harus Dihindari Sebelum Berlari

5 Hal yang Harus Dihindari Sebelum Berlari

Feel Good
Haruskah Pakai Conditioner Setelah Keramas?

Haruskah Pakai Conditioner Setelah Keramas?

Look Good
Mengapa Seperti Ada yang Mengawasi? Padahal Kita Sendiri

Mengapa Seperti Ada yang Mengawasi? Padahal Kita Sendiri

Feel Good
10 Sneakers Hitam yang Bisa Menjadi Pilihan

10 Sneakers Hitam yang Bisa Menjadi Pilihan

Look Good
Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

Feel Good
4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

Feel Good
Agar 'Cheating Days' Tak Merusak Diet

Agar "Cheating Days" Tak Merusak Diet

Eat Good
Mengapa Banyak Atlet Profesional Menghindari Seks?

Mengapa Banyak Atlet Profesional Menghindari Seks?

Feel Good
Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Look Good
Belajar dari Choirul Huda, Perlu ada Pelatihan Khusus Cedera Olahraga

Belajar dari Choirul Huda, Perlu ada Pelatihan Khusus Cedera Olahraga

Feel Good
Kandidat yang Tepat untuk Mendapat ASI dari Donor

Kandidat yang Tepat untuk Mendapat ASI dari Donor

Feel Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM