Membedakan Tas Branded Asli dan Palsu Secara Akurat - Kompas.com

Membedakan Tas Branded Asli dan Palsu Secara Akurat

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 07/09/2017, 11:14 WIB
Hermes Himalaya Birkinchristies Hermes Himalaya Birkin

KOMPAS.com - Memiliki tas bermerk karya desainer terkenal  adalah impian bagi para pecinta fashion. Mereka yang berbelanja ke Paris, Milan, atau New York dan pulang dengan tas branded pasti dengan bangga akan memamerkannya.

Namun tak semua orang mampu atau mau membeli tas bermerk yang harganya mencapai jutaan atau ratusan juta. Sebagian memilih tas dengan merk lain yang lebih terjangkau, sedangkan sebagian lagi tidak risih menenteng tas palsu.

Ada lelucon untuk mengetahui apakah tas yang dibawa seseorang asli atau palsu. Bila tas itu dibawa dengan hati-hati, dan dipangku atau diletakkan di meja saat pemiliknya duduk, maka kemungkinan besar tas itu asli. Tapi kalau tas itu diletakkan sembarangan dan membawanya serampangan, maka kemungkinan palsu.

Namun cara deteksi itu tentu bukan jaminan. Ada cara yang lebih pasti untuk mengetahui apakah tas bermerk yang dibawa seseorang asli atau palsu. Masalahnya, Anda harus mendekati dan mengamati tas itu dengan alat bernama Entrupy. Dan besar kemungkinan pemilik tas enggan merelakan tasnya dipegang-pegang.

Baca juga:Terjual Rp 5 Miliar, Hermes Birkin Jadi Tas Termahal di Dunia

Cara ini lebih cocok digunakan bila Anda ingin membeli tas dari seseorang, namun Anda meragukan keasliannya.

Melalui perangkat nirkabel yang menggunakan kamera mikroskopis, alat ini mencocokkan ciri-ciri dan detail barang asli, seperti pola cetak, permukaan dan tekstur kulit, serta pewarnaannya. Ia kemudian membandingkan ciri itu dengan database 30.000 tas tangan dan dompet yang sudah disimpannya.

Pendiri Entrupy, Vidyuth Srinivasan mengatakan, tingkat keakuratan yang dihasilkan alat ini dalam mendeteksi tas branded adalah sebesar 98 persen. Dengan ketelitian dan kemampuan memperbesar gambar hingga 260 kali, alat ini bisa mengenali 11 merek yang sering dipalsukan, termasuk Louis Vuitton, Chanel dan Gucci.

Saat ini terdapat sekitar 160 bisnis yang menggunakan jasa penyewaan alat tersebut. "Sebelumnya, pekerjaan ini mengandalkan mata dan pengalaman manusia, namun alat ini memberi hasil yang terukur," kata Vidyuth.

Dengan adanya Entrupy, Vidyuth berharap bisa membantu konsumen mengidentifikasi barang tiruan yang sering dijual di internet atau melalui penjual barang second.

PenulisIwan Supriyatna
EditorWisnubrata
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM