Waspadai Sinar Matahari Pemicu Vlek Hitam di Wajah - Kompas.com

Waspadai Sinar Matahari Pemicu Vlek Hitam di Wajah

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 07/09/2017, 16:00 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Hidup di negara tropis yang sepanjang tahun dilimpahi sinar matahari, membuat kita wajib memakai tabir surya setiap hari. Bila kita tak rutin menggunakan tabir surya sejak dini, vlek hitam di wajah dipastikan akan muncul di usia 40-an.

Menurut dr.Eddy Karta Sp.KK, pigmentasi pada kulit wajah yang menyebabkan muncul bercak kecoklatan disebabkan karena paparan sinar ultraviolet A. Jenis sinar ini tidak menyebabkan kulit terbakar tapi membuat kulit kehitaman.

"Kalau di usia 30-40 tahun sudah muncul vlek hitam, biasanya saat usia SMA orang tersebut sering terpapar sinar matahari," katanya dalam acara peluncuran produk Optimals Even Out dari Oriflame di Jakarta (5/9/2017).

Paparan sinar matahari juga akan menyebabkan penuaan dini, misalnya kulit kusam, kering, dan muncul kerutan.

Pemakaian tabir surya, menurut Eddy, juga penting bagi orang yang beraktivitas di dalam ruangan. "Paparan sinar matahari juga bisa masuk lewat jendela, sinar lampu atau api, lama kelamaan juga memicu pigmentasi di kulit," paparnya.

Untuk aktivitas yang lebih banyak berada di ruangan, produk tabir surya dengan tingkat SPF 20 sudah cukup. "Tabir surya harus diaplikasi ulang setiap 4 jam. Semakin tinggi SPF-nya makin lama juga proteksinya terhadap kulit. Tapi, sesuaikan dengan seberapa banyak kita akan terpapar matahari," katanya.

Selain memakai tabir surya, perlindungan wajib terhadap sinar matahari adalah penggunaan pelembab. "Tabir surya dan pelembab wajib dipakai setiap hari. Ini akan menjadi seperti lapisan kedua pada kulit, melindunginya dari sinar matahari dan polusi," katanya.


PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM